FOLKSTIME.ID – Upaya penguatan pengawasan di kawasan rawan kecelakaan tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang menyusul insiden terbaru yang terjadi pada Jumat (10/4). Langkah tersebut ditempuh melalui koordinasi lintas sektor guna menekan risiko kecelakaan, khususnya yang melibatkan kendaraan bertonase besar.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang menegaskan bahwa penanganan difokuskan pada peningkatan pengawasan lapangan serta penertiban kendaraan berat. Kolaborasi dilakukan bersama aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, dan pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.
Evaluasi Tata Ruang dan Infrastruktur
Dalam keterangannya, kondisi tata ruang di jalur tersebut diakui memiliki keterbatasan, terutama terkait kemiringan jalan yang dinilai kurang ideal bagi kendaraan besar. “Tata ruang yang ada memang perlu diakui memiliki kekurangan, khususnya pada jalur dengan kemiringan yang tidak sesuai untuk kendaraan berat,” ujar Agustina.
Disebutkan bahwa jalur tersebut memiliki peran penting sebagai akses distribusi industri di wilayah Ngaliyan. Oleh karena itu, penanganan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak.
Penertiban Kendaraan Berat Ditingkatkan
Koordinasi intensif disebut telah dilakukan guna memastikan kendaraan berat dapat lebih tertib dalam melintasi jalur tersebut. Penertiban diharapkan mampu meminimalisir potensi kecelakaan yang kerap terjadi akibat kendaraan kehilangan kendali di turunan.
“Koordinasi terus diperkuat agar penertiban oleh pihak terkait dapat berjalan lebih optimal, mengingat kendaraan dengan beban berat memiliki risiko tinggi saat melintas,” kata Agustina.
Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan
Perbaikan infrastruktur secara menyeluruh di kawasan Silayur diakui membutuhkan anggaran besar. Oleh sebab itu, langkah jangka pendek yang dinilai paling memungkinkan adalah penguatan pengawasan serta peningkatan kolaborasi antarinstansi.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha dinilai menjadi faktor kunci dalam menekan angka kecelakaan. Kesadaran bersama juga ditekankan sebagai bagian penting dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas.
Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan
Agustina menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar penanganan dapat berjalan efektif. “Koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk pelaku usaha yang menggunakan jalur tersebut, harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Meski upaya kolaboratif telah dilakukan sebelumnya, kecelakaan masih terjadi, sehingga evaluasi dan penguatan langkah dinilai perlu terus dilakukan.
Komitmen Jaga Keselamatan Pengguna Jalan
Sebagai langkah lanjutan, penguatan koordinasi dan peningkatan kesadaran pengguna jalan akan terus didorong. Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan kawasan Silayur membutuhkan komitmen kolektif agar keselamatan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, risiko kecelakaan di jalur rawan diharapkan dapat ditekan, seiring dengan peningkatan disiplin dan pengawasan di lapangan.(tya)






