Folkstime.id – Agustina Wilujeng menghadiri langsung Parade Imlek Nusantara 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Sabtu (28/2). Kehadiran orang nomor satu di Kota Semarang itu untuk mendampingi sekaligus memberikan dukungan kepada kontingen budaya Kota Semarang yang ambil bagian dalam perayaan nasional tersebut.
Kegiatan bertema “Harmoni Nusantara” itu merupakan rangkaian Puncak Perayaan Imlek Nasional 2577 Kongzili atau tahun 2026. Festival ini diselenggarakan pemerintah pusat sejak 17 Februari hingga 3 Maret 2026, menghadirkan ragam kesenian dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam parade budaya tersebut, kontingen Kota Semarang menampilkan beragam kesenian khas daerah, antara lain Warak Ngendog, Barongsai, serta Tari Gambang Semarang. Penampilan itu menjadi representasi identitas multikultural Kota Atlas yang selama ini dikenal sebagai ruang perjumpaan budaya Jawa, Tionghoa, Arab, dan etnis lainnya.
Arak-arakan budaya dimulai dari kawasan depan Gereja Katedral Jakarta dan berakhir di Lapangan Banteng. Rute tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi lintas budaya dan agama dalam balutan perayaan Tahun Baru Imlek di ibu kota.
Pembukaan acara dilakukan secara simbolis melalui pemukulan bedug oleh perwakilan tiga pilar, yakni Menteri Agama Republik Indonesia, perwakilan Gereja Katedral, serta kepala daerah perwakilan provinsi. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para wakil menteri, Gubernur Maluku Utara, Wali Kota Surakarta, serta Wali Kota Semarang yang berdiri di panggung utama sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional tersebut.
Wali Kota Semarang menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Imlek Nasional 2026 yang dinilai tidak sekadar menjadi perayaan budaya Tionghoa, melainkan juga momentum mempererat persatuan bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi momentum Imlek Nasional 2026 yang tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya Tionghoa, tetapi juga wahana memperkuat persatuan dan toleransi antar-umat beragama serta keberagaman budaya di seluruh Nusantara,” ujar Agustina.
Menurutnya, festival berskala nasional ini mencerminkan semangat inklusivitas yang memberi ruang partisipasi bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya. Ia menegaskan, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dirawat melalui kegiatan positif dan kolaboratif.
Agustina berharap agenda serupa tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi berkembang menjadi sarana edukasi lintas budaya dan penguatan kreativitas masyarakat. “Kami berharap kegiatan nasional ini terus menjadi wahana peningkatan pemahaman lintas budaya, pengembangan kreativitas masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang mencerminkan harmoni dalam keberagaman Indonesia,” tambahnya.
Partisipasi Kota Semarang dalam Parade Imlek Nusantara 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program penguatan toleransi dan moderasi beragama. Momentum ini juga memperlihatkan bagaimana perayaan tradisi Tionghoa dapat menjadi ruang kolaborasi yang memperkaya identitas kebangsaan.
Dengan keterlibatan berbagai kota dan provinsi, Imlek Nasional 2026 diharapkan semakin memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika serta mempertegas Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi harmoni dalam keberagaman.(tya)






