Setahun Pesantren Obah Luthfi–Yasin: 230 Ribu Lebih Guru Agama Terima Insentif, Beasiswa Santri Disiapkan Mulai 2026

FOLKSTIME.ID – Program Pesantren Obah yang menjadi salah satu prioritas pasangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menunjukkan realisasi signifikan sepanjang 2025. Fokus pada penguatan pendidikan keagamaan dan ekosistem pesantren, program ini telah menyalurkan insentif ratusan ribu guru agama, memberikan tali asih bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta menyiapkan skema beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren mulai 2026.

Berdasarkan data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, total penerima insentif guru agama pada 2025 mencapai 230.830 orang. Rinciannya meliputi 225.187 guru agama Islam, 4.430 guru Kristen, 474 guru Katolik, 545 guru Buddha, 180 guru Hindu, dan 13 guru Konghucu.

Setiap penerima memperoleh Rp1.200.000 per tahun yang dicairkan dalam tiga tahap, masing-masing Rp300.000 setiap empat bulan. Total anggaran yang telah digelontorkan untuk program ini mencapai Rp277.046.000.000, termasuk biaya operasional penyaluran.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesra Setda Jateng, Gunawan Sudharsono, memastikan seluruh anggaran 2025 telah tersalurkan. “Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan seluruhnya, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026,” ujarnya.

Selain insentif guru agama, pemerintah provinsi juga menyalurkan bisyaroh atau tali asih kepada 2.000 santri penghafal Al-Qur’an. Masing-masing menerima Rp1.000.000. Program ini direncanakan berlanjut pada 2026 dengan jumlah penerima yang sama.

Ketua Tim Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Ali Ansori, menjelaskan bahwa dana insentif dan bisyaroh bersumber dari hibah pemerintah provinsi dengan mekanisme pencairan melalui Kanwil Kemenag Jateng.

“Yang memiliki data dan melakukan verifikasi syarat penerima adalah Kanwil Kemenag, sehingga teknis pencairan dilakukan melalui kami,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sejak 2023 para ustaz di Jawa Tengah telah diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran Rp10.800 per orang per bulan sebagai bentuk perlindungan sosial.

Tahap berikutnya dalam program Pesantren Obah adalah pemberian beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Saat ini proses pendaftaran dan seleksi tengah dipersiapkan.

Pendaftaran dibuka mulai 18 Februari 2026, seleksi berlangsung pada Juni, dan pengumuman hasil dijadwalkan Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) untuk melakukan seleksi calon penerima.

Pada tahun anggaran 2026, disiapkan dana Rp6,8 miliar per tahun untuk 90 penerima beasiswa. Sebanyak 24 orang akan mendapatkan beasiswa pendidikan dalam negeri, sementara 66 lainnya berkesempatan menempuh pendidikan luar negeri. Program ini mencakup jenjang vokasi, S1, S2, hingga S3 dengan target masa studi empat tahun akademik.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen membangun fondasi moral dan intelektual masyarakat pesantren. “Insentif ini adalah salah satu instrumen yang didorong pemprov. Di tengah keterbatasan anggaran, memang belum bisa maksimal sehingga harus dibagi rata. Akan kami tingkatkan kembali dan dianggarkan lagi pada 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyebut perhatian terhadap pesantren kini berada pada level yang semakin baik, baik di tingkat daerah maupun pusat. Meski APBD mengalami penyesuaian, alokasi untuk santri penghafal Al-Qur’an tetap dipertahankan.

“APBD tahun ini berkurang, tetapi alhamdulillah Pemprov tetap dapat mengalokasikan tali asih. Ini sebagai hadiah untuk para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari kalangan pesantren. Wafiq Salma, santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Kendal, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah.

“Terima kasih kepada Pemprov Jateng yang sudah membantu para penghafal Al-Qur’an. Kami berharap tali asih ini bisa terus diberikan pada tahun-tahun berikutnya,” ucapnya usai menerima bisyaroh yang diserahkan Wakil Gubernur.

Dengan realisasi insentif ratusan ribu guru agama, dukungan untuk ribuan hafiz, serta persiapan beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri, program Pesantren Obah menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan meningkatkan kesejahteraan insan pesantren di 2025–2026.(tya)

Artikel Menarik Lainnya