Hujan Angin Terjang Semarang, 86 Pohon Tumbang Dievakuasi Dalam Semalam

FOLKSTIME.ID – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang pada Rabu (4/3) sore hingga malam. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai titik serta memicu kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di pinggir jalan.

Pemerintah Kota Semarang langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan penanganan darurat. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar segera turun ke lapangan untuk mengevakuasi pohon tumbang dan memastikan jalur lalu lintas kembali dapat dilalui masyarakat.

Data sementara hingga Rabu malam mencatat sedikitnya lebih dari 80 titik pohon tumbang dan kerusakan pohon di berbagai wilayah kota. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Satpol PP, serta relawan dan warga sekitar bahu membahu melakukan pembersihan di lokasi terdampak.

Sejumlah kawasan yang dilaporkan terdampak antara lain di Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S. Parman, hingga Jalan Soekarno Hatta. Selain itu, insiden pohon tumbang juga terjadi di kawasan Kota Lama serta beberapa wilayah permukiman seperti Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.

Di beberapa lokasi bahkan ditemukan lebih dari satu pohon tumbang. Kejadian tersebut antara lain dilaporkan di kawasan Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo yang mengalami dampak cukup signifikan akibat terpaan angin kencang.

Pohon tumbang tidak hanya menutup sebagian ruas jalan, tetapi juga menyebabkan papan reklame dan beberapa atap bangunan ringan milik warung di tepi jalan terlepas dan beterbangan. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik.

Meski demikian, proses evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim di lapangan. Petugas memotong batang pohon, membersihkan ranting yang berserakan, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Dalam semalam, 86 titik pohon tumbang berhasil ditangani dan dievakuasi bersama-sama oleh BPBD, Disperkim, relawan serta warga setempat agar akses jalan bisa segera kembali normal,” ujar Agustina.

Selain di jalan protokol, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di area permukiman, fasilitas umum, serta lingkungan perkantoran. Beberapa di antaranya berada di sekitar kompleks Balaikota Semarang, rumah dinas wali kota, sekolah, hingga puskesmas pembantu.

Hingga kini petugas masih melakukan penanganan lanjutan di sejumlah lokasi yang membutuhkan proses pembersihan tambahan. Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh laporan yang masuk akan ditangani secara bertahap hingga kondisi kembali aman.

Agustina juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami minta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengajak warga untuk tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Semarang akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan kondisi pohon peneduh di berbagai ruang publik. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko pohon tumbang sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Dengan penanganan cepat tersebut, sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya tertutup pohon tumbang kini telah kembali dapat dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat mulai berangsur normal.(tya)

Artikel Menarik Lainnya