Warga Serbu Bazar Baju Bekas Berkualitas di Semarang, Bayar Seikhlasnya Saat Ramadan

FOLKSTIME.ID – Antusiasme warga terlihat tinggi saat bazar pakaian bekas layak pakai dengan konsep bayar seikhlasnya digelar komunitas Ibu Profesional Semarang dalam rangka berbagi di bulan Ramadan 2026. Kegiatan sosial ini menghadirkan puluhan boks pakaian berkualitas yang dapat dipilih masyarakat tanpa harga tetap.

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial komunitas yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Bazar ini dilaksanakan pada 7 Maret 2026 di halaman Masjid Diponegoro, Pleburan, Kota Semarang.

Ketua kegiatan program KLiK (Kenali, Lindungi, Katakan No Bullying) Ibu Profesional Semarang, Nur Rahma Wahyu, mengatakan kegiatan Ramadan tahun ini mengusung tema “Berbagi Tanpa Sekat”. Melalui kegiatan tersebut, komunitas mengajak anggota maupun masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam aksi sosial.

“Kegiatan ini mengajak sekitar 250 anggota komunitas serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam donasi paket berbuka puasa maupun pakaian layak pakai,” kata Nur Rahma Wahyu, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, bazar pakaian bekas berkualitas menjadi salah satu agenda yang paling dinanti warga setiap tahunnya. Konsep pembayaran yang fleksibel membuat masyarakat dapat memperoleh pakaian sesuai kebutuhan tanpa terbebani harga tertentu.

Sejak pagi hari, warga tampak berbondong-bondong memilih pakaian yang telah disusun rapi dalam sejumlah boks. Sebagian besar pengunjung merupakan keluarga yang mencari pakaian untuk anggota keluarga mereka.

Beberapa ibu terlihat memilih baju untuk anak-anaknya, sementara sejumlah bapak juga tampak memilah pakaian untuk istri maupun keluarganya. Tidak hanya warga sekitar, pengunjung yang melintas di depan masjid juga ikut berhenti untuk melihat dan membeli pakaian yang tersedia.

“Ada bapak-bapak yang membelikan untuk istrinya, anak-anak muda juga ikut memilih. Bahkan masyarakat yang kebetulan lewat depan masjid turut mampir dan ikut membeli,” ujarnya.

Kegiatan sosial ini telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2018. Selain bazar pakaian layak pakai, panitia juga menggalang donasi untuk pembagian paket berbuka puasa bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sekretaris Regional Ibu Profesional Semarang, Rovanty Frizdew, mengatakan konsep pembayaran sukarela dipilih agar semua pihak tetap dapat berpartisipasi tanpa merasa terbebani.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga bertujuan menjaga martabat penerima manfaat sehingga kegiatan tidak sekadar menjadi aksi amal biasa.

“Kami ingin setiap orang bisa menakar kebutuhan dan kemampuan dirinya. Dengan begitu lingkaran kepedulian ini tidak terputus. Dari donatur pakaian hingga pembeli pakaian, semuanya mendapatkan nilai dari kegiatan ini,” kata Rovanty.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga membawa pesan edukatif mengenai empati, keberpihakan sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Dari bazar pakaian bekas tersebut, panitia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp1.021.000. Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kembali melalui gerakan sosial Sejuta Cinta Ibu Profesional Semarang untuk mendukung berbagai program sosial berikutnya.

Sementara itu, donasi untuk paket berbuka puasa yang terkumpul mencapai Rp3.760.000. Setiap paket berbuka bernilai sekitar Rp35.000 yang terdiri dari nasi kotak, air mineral 600 mililiter, serta takjil yang layak dan bergizi.

Panitia menyiapkan sekitar 100 paket berbuka puasa yang didistribusikan kepada ibu dan anak dari keluarga dhuafa serta masyarakat sekitar yang membutuhkan. Sebagian dana lainnya disalurkan sebagai infak untuk masjid.

Melalui kegiatan berbagi Ramadan ini, komunitas Ibu Profesional Semarang berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tidak hanya sebatas berbagi pakaian maupun makanan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Berbagi tanpa sekat diharapkan dapat menumbuhkan empati tanpa stigma,” ujar Rovanty.

Gerakan sosial tersebut juga sejalan dengan nilai yang diusung komunitas Ibu Profesional, yakni “Berakar pada Nilai, Bertumbuh Bersama, Berdampak bagi Dunia.”(tya)

Artikel Menarik Lainnya