FOLKSTIME.ID — Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar program mudik gratis bagi warga yang merantau di Jakarta menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sebanyak 350 pemudik asal Kota Semarang diberangkatkan dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah pada Senin (16/3) pagi menuju Terminal Mangkang.
Program mudik tersebut merupakan bagian dari kegiatan mudik gratis yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 325 armada bus dilepas untuk mengangkut para perantau kembali ke berbagai daerah di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan pemerintah kota secara rutin mengikuti program ini setiap tahun sebagai upaya memberikan layanan transportasi bagi masyarakat yang bekerja di ibu kota.
Menurutnya, kegiatan mudik gratis tingkat provinsi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga dukungan perusahaan swasta. Seluruh peserta diberangkatkan dari satu titik kumpul di Jakarta sebelum menuju daerah tujuan di Jawa Tengah.
“Program ini memang rutin digelar setiap tahun oleh pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Seluruh peserta berkumpul di Jakarta dan kemudian diberangkatkan menuju daerah masing-masing di Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” ujar Danang.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkot Semarang menyiapkan 12 armada bus untuk mendukung program tersebut. Rinciannya, tujuh bus digunakan untuk mengangkut pemudik dari Jakarta menuju Kota Semarang, sedangkan lima bus lainnya disiapkan untuk melayani arus balik setelah Lebaran.
Ketujuh armada bus yang membawa ratusan pemudik itu dilepas sekitar pukul 09.45 WIB bersama ratusan bus lain yang menuju berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.
Danang menjelaskan, para peserta mudik gratis merupakan warga Kota Semarang yang tergabung dalam komunitas perantau Paguyuban Wong Semarang (PawonSemar). Komunitas ini menaungi masyarakat asal Semarang yang tinggal dan bekerja di Jakarta.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memberikan kemudahan akses transportasi bagi para perantau agar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman tanpa harus terbebani biaya perjalanan.
Sebelum keberangkatan, seluruh sopir yang bertugas menjalani pemeriksaan kesehatan. Selain itu, armada bus yang digunakan juga melalui proses pengecekan kelayakan kendaraan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman.
“Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi kendaraan hingga kesehatan pengemudi. Tujuannya agar perjalanan para pemudik benar-benar aman sampai tujuan,” jelasnya.
Antusiasme warga terhadap program ini juga cukup tinggi. Banyak peserta yang mengaku terbantu dengan adanya fasilitas transportasi gratis dari pemerintah daerah.
“Para peserta terlihat senang. Bahkan tadi ada yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada wali kota dan membuat video sebagai bentuk apresiasi,” kata Danang.
Selain memfasilitasi keberangkatan mudik, Pemkot Semarang juga menyiapkan layanan arus balik bagi para perantau yang kembali bekerja di Jakarta setelah Lebaran. Sebanyak lima armada bus telah disiapkan untuk mengangkut peserta dari Semarang menuju Jakarta.
Rencananya, bus arus balik tersebut akan diberangkatkan dari Kota Semarang menuju Jakarta pada malam hari tanggal 26 Maret 2026.
Program mudik gratis ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pendanaan berasal dari APBD Kota Semarang. Pemerintah kota ingin memberikan kemudahan bagi warganya yang merantau agar dapat pulang ke kampung halaman dengan lebih ringan dan nyaman,” pungkas Danang.(tya)






