FOLKSTIME.ID — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan sekitar 4 ton zakat fitrah kepada lebih dari 2.000 mustahik di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Semarang, pada Jumat malam (20/3/2026), di tengah suasana malam takbiran yang berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan warga yang memadati area masjid.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di halaman masjid, sementara panitia turut mendistribusikan berbagai jenis bantuan lain seperti fidyah, infak, sedekah, hingga zakat mal yang sebelumnya telah dihimpun dari masyarakat selama bulan Ramadan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambahkan bantuan berupa sarung kepada para penerima, sehingga paket bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menunjang kebutuhan masyarakat dalam merayakan Idulfitri secara lebih layak.
“Hari ini dibagikan zakat, sedekah, serta amal, termasuk sarung dari Pemprov Jateng. Seneng napa mboten (senang atau tidak)?” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog langsung dengan para mustahik di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penyucian diri setelah menjalani ibadah Ramadan sekaligus wujud rasa syukur yang harus dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, distribusi zakat harus mampu menghadirkan kebahagiaan Idulfitri secara merata, terutama bagi kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas seperti fakir miskin dan kaum dhuafa.
“Melalui zakat, kebahagiaan Idulfitri harus bisa dirasakan semua lapisan masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan fakir miskin,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar para penerima zakat saat ini dapat meningkatkan taraf hidupnya di masa mendatang, sehingga mereka berpeluang berubah status dari mustahik menjadi muzakki.
“Semoga ini menjadi amal saleh bagi para pemberi zakat. Tahun depan yang menerima hari ini, mudah-mudahan sudah bisa membayar zakat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memaparkan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan, di mana pada September 2025 tercatat sebesar 9,39 persen, lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 9,48 persen.
Ia menilai penurunan tersebut merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak yang terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam Masjid Raya Baiturrahman, Ahmad Darodji, menyebutkan bahwa total zakat fitrah yang terkumpul tahun ini mencapai lebih dari 4 ton beras, meningkat sekitar 400 kilogram dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.
Selain itu, panitia juga berhasil menghimpun dana sekitar Rp200 juta yang selanjutnya akan didistribusikan secara merata kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa tradisi penyerahan zakat secara simbolis oleh gubernur telah berlangsung sejak masa kepemimpinan gubernur sebelumnya dan terus dipertahankan hingga saat ini sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Tahun ini ada tambahan sarung dari Pak Gubernur. Ini bentuk kepedulian agar masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan lebih layak,” tandasnya.(tya)







