Santri Didorong Jadi Penulis, Tradisi Kitab Kuning di UIN Walisongo Semarang Terancam Menurun

FOLKSTIME.ID – Upaya penguatan tradisi keilmuan di lingkungan pesantren kembali disuarakan dalam kegiatan akademik yang digelar di UIN Walisongo Semarang, Selasa (7/4/2026). Para santri didorong untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak literasi guna menjaga kesinambungan tradisi intelektual Islam.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Nawal Arafah Yasin yang juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang. Penguatan literasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan pesantren yang telah mengakar sejak lama.


Tradisi Menulis Ulama Dianggap Mulai Menurun

Dalam pemaparannya, tradisi menulis di lingkungan pesantren disebut telah lama berkembang dan dibuktikan melalui karya para ulama terdahulu. Sejumlah tokoh besar seperti Syekh Abdur Rouf As-Singkili dan KH Maimoen Zubair disebut telah melahirkan banyak karya kitab kuning yang menjadi rujukan hingga saat ini.

Namun demikian, tren literasi di pesantren disebut mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipandang perlu segera direspons dengan langkah konkret agar semangat menulis tidak semakin memudar di kalangan santri.


Santri Didorong Menjadi Penulis dan Mualif

Dalam kegiatan orientasi santri Ma’had Al-Jami’ah, para peserta diarahkan untuk kembali menghidupkan tradisi kepenulisan sebagai bagian dari perjuangan intelektual pesantren.

“Maka mudah-mudahan adik-adik di sini insyaallah nanti akan menjadi mualif-mualif, akan menjadi penulis-penulis,” kata Nawal.

Ia menegaskan, pesantren dan literasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Proses pembelajaran di pesantren disebut mencakup aktivitas membaca, memahami, mendiskusikan, hingga menulis dan mempublikasikan karya keilmuan.


Tantangan Literasi Pesantren Masih Dihadapi

Sejumlah kendala dalam penguatan budaya literasi juga diungkapkan. Tingginya harga kitab, keterbatasan fasilitas perpustakaan, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital oleh santri disebut masih menjadi hambatan utama.

Selain itu, tradisi menulis dan penerjemahan kitab juga dinilai mulai berkurang, sehingga diperlukan intervensi yang berkelanjutan untuk mengatasinya.


Strategi Penguatan: Digitalisasi hingga Forum Diskusi

Sebagai langkah penguatan, sejumlah strategi telah didorong untuk diterapkan di lingkungan pesantren. Pengembangan perpustakaan, digitalisasi kitab kuning, serta pembudayaan tradisi menulis disebut menjadi prioritas utama.

Forum diskusi kitab juga diharapkan dapat diperkuat sebagai ruang bertukar gagasan antar santri. Dukungan pemerintah dalam bentuk hibah kitab dan fasilitasi pameran literasi juga dinilai penting untuk memperluas akses.


Tradisi Pesantren Dinilai Relevan di Kampus

Tradisi kepenulisan pesantren juga dinilai tetap relevan untuk diterapkan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa didorong untuk mulai menulis melalui jurnal ilmiah maupun buku sebagai bentuk kontribusi akademik.

“Syukur-syukur nanti adik-adik di sini bisa membuat satu tulisan lewat jurnal, ataupun nanti bisa menulis buku,” pesannya.


Program Pendidikan dan Karakter Diapresiasi

Program pembelajaran di Ma’had Al-Jami’ah turut diapresiasi karena dinilai mampu membentuk karakter sekaligus kapasitas intelektual mahasiswa. Kegiatan seperti pembelajaran bahasa asing, kajian kitab kuning, serta pembinaan karakter disebut telah berjalan baik.

Lingkungan pendidikan yang menekankan keteladanan, disiplin, serta kegiatan sosial juga dinilai mampu mencetak lulusan yang tidak hanya akademis, tetapi juga memiliki nilai keulamaan.


Komitmen Pemerintah Perkuat Pesantren

Pengembangan pendidikan pesantren di Jawa Tengah disebut terus diperkuat melalui berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif Pesantren Obah yang digagas di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.

Dalam kesempatan tersebut, buku berjudul Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual juga dibagikan kepada mahasiswa. Lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, serta terbebas dari perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun.(tya)

Artikel Menarik Lainnya