FOLKSTIME.ID – Program IJOLKE 2026 Semarang kembali digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Melalui skema unik bertajuk jajan sambil berkontribusi, masyarakat diajak bertransaksi di berbagai sektor seperti kuliner, perhotelan, hiburan, hingga parkir, lalu mengunggah bukti pembayaran guna berpeluang mendapatkan hadiah.
Program yang digagas Pemerintah Kota Semarang ini tidak hanya menghadirkan sensasi undian berhadiah, tetapi juga dirancang sebagai strategi peningkatan kesadaran pajak daerah Semarang. Warga cukup melakukan transaksi seperti biasa, kemudian mengunggah struk melalui platform resmi IJOLKE untuk mengikuti program tersebut.
Hadiah yang ditawarkan pun tergolong menarik, mulai dari iPhone 17 Pro Max, Samsung Z Flip 7, hingga puluhan unit ponsel pintar lainnya. Skema ini diharapkan mampu menarik partisipasi luas masyarakat sekaligus memperkuat kepatuhan pajak di berbagai sektor.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa IJOLKE bukan sekadar program berbasis hadiah. “IJOLKE mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Dari aktivitas sehari-hari seperti makan atau jalan-jalan, kita sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.
Strategi Tingkatkan Pendapatan Daerah
Pelaksanaan IJOLKE 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan data, realisasi pajak daerah Kota Semarang mencapai 92,28 persen pada 2024 dan 88,55 persen di tahun 2025.
Meski sejumlah sektor telah melampaui target, pemerintah menilai masih terdapat potensi yang bisa dimaksimalkan, terutama dari sektor parkir yang selama ini belum tergarap optimal.
Partisipasi Warga Terus Meningkat
Sejak awal pelaksanaan, program ini menunjukkan respons positif dari masyarakat. Tercatat lebih dari 17 ribu nota transaksi telah diunggah ke sistem IJOLKE dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga batas akhir periode.
Proses verifikasi pun dilakukan secara ketat guna memastikan keabsahan setiap bukti transaksi, baik dari sisi nominal maupun waktu transaksi.
Dorong Pengawasan dan Transparansi
Melalui mekanisme unggah struk, masyarakat tidak hanya menjadi peserta undian, tetapi juga berperan sebagai pengawas partisipatif. Setiap transaksi yang tercatat membantu pemerintah memantau kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajak.
Program IJOLKE 2026 berlangsung mulai 24 Februari hingga 24 Mei 2026. Adapun unggah struk telah dibuka sejak 1 Maret dengan minimal transaksi Rp50.000, kecuali untuk sektor parkir yang tidak memiliki batas minimal.
“Ini bukan hanya soal hadiah, tapi bagaimana kita membangun budaya sadar pajak bersama,” tegas Agustina.
Perkuat Ekonomi Lokal
Dengan konsep yang menggabungkan konsumsi masyarakat dan kepatuhan pajak, IJOLKE 2026 diharapkan mampu memberikan dampak ganda. Selain mendorong perputaran ekonomi lokal, program ini juga memperkuat transparansi serta akuntabilitas pajak di Kota Semarang.
Pendekatan inovatif ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan kota.(tya)






