FOLKSTIME.ID – Kemeriahan Karnaval Paskah Semarang 2026 telah ditampilkan secara semarak di sepanjang Jalan Pemuda. Meski terik matahari dirasakan cukup menyengat, semangat sekitar 15 ribu peserta tidak surut dan tetap membara.
Sepanjang rute dari Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama hingga Balai Kota Semarang, suasana meriah telah diciptakan melalui keterlibatan peserta lintas agama. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri umat Kristiani, melainkan juga telah diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dari latar belakang berbeda.
Acara ini telah diselenggarakan sebagai salah satu agenda wisata religi unggulan yang dinantikan masyarakat. Pembukaan resmi telah dilakukan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dan penyambutan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti di Balai Kota.

Kirab Budaya dan Simbol Kebangsaan Ditampilkan
Sejak pukul 14.00 WIB, rangkaian acara telah diawali dengan kirab bendera Merah Putih sepanjang 100 meter. Iring-iringan mobil hias juga telah ditampilkan untuk memperkuat nuansa kebangsaan dan keberagaman yang diusung dalam Karnaval Paskah Semarang 2026.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya telah dihadirkan guna memperkaya jalannya acara. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah teatrikal kisah sengsara Tuhan Yesus yang ditampilkan oleh Komunitas Sentir.
Pertunjukan tersebut telah dipersiapkan selama kurang lebih dua bulan. Visualisasi yang disuguhkan mampu menghadirkan suasana reflektif dan emosional bagi masyarakat yang memadati kawasan Balai Kota Semarang.

Toleransi Lintas Agama Ditegaskan dalam Perayaan
Kehadiran peserta lintas agama telah menjadi sorotan utama dalam Karnaval Paskah Semarang 2026. Partisipasi dari umat Islam, Hindu, Buddha, hingga penghayat kepercayaan telah memperlihatkan kuatnya nilai toleransi di Kota Semarang.
Keterlibatan ini dinilai sebagai kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial. Bahkan, dukungan pengamanan juga telah diberikan oleh kelompok masyarakat dari organisasi Islam.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam kegiatan tersebut.
“Yang istimewa adalah dari Hindu ikut hadir, dari Islam ikut hadir, dari berbagai macam forum komunitas ikut hadir. Luar biasa,” ujar Agustina, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menambahkan:
“Kami pastikan aman dan nyaman karena Kota Semarang ini kota yang damai.”
Peran FKUB dan Dukungan Organisasi Keagamaan
Keterlibatan lintas agama dalam Karnaval Paskah Semarang 2026 telah difasilitasi melalui Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Sinergi antarumat ini dinilai berhasil menciptakan suasana yang kondusif selama acara berlangsung.
Ketua Panitia Karnaval Paskah, Romo FX Suhanto PR, mengungkapkan bahwa dukungan signifikan juga telah diberikan oleh umat Islam, terutama dalam aspek pengamanan.
“Dari Islam sendiri bahkan telah memberikan bantuan yang luar biasa. Keamanan ada 100 orang yang sudah terdaftar,” ungkap FX Suhanto.
Disebutkan pula bahwa organisasi seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama telah turut ambil bagian dalam memperkuat kebersamaan.
Data Umat dan Pertumbuhan Komunitas Religi
Dalam kesempatan tersebut, data jumlah umat Kristiani di Kota Semarang juga telah disampaikan. Sekitar 115.000 umat Kristen disebut tersebar di lebih dari 500 gereja.
Sementara itu, umat Katolik tercatat mencapai sekitar 80.000 jiwa yang terbagi dalam 16 paroki, dengan rata-rata 5.000 umat di setiap paroki.
Persiapan kegiatan ini telah dilakukan secara matang oleh panitia, seiring meningkatnya jumlah umat dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami sungguh memperoleh kepercayaan ini dan mempersiapkan semuanya dengan baik,” ujar FX Suhanto.
Tema “Memulihkan Harapan Semesta” Diangkat
Tema besar “memulihkan harapan semesta” telah diangkat dalam Karnaval Paskah Semarang 2026. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi global yang masih diwarnai berbagai konflik dan ketidakpastian.
Pesan damai yang disampaikan diharapkan dapat menjadi refleksi bersama, khususnya bagi masyarakat Kota Semarang.
“Pesan Paskah kita itu memulihkan harapan semesta. Harapannya supaya Indonesia, khususnya Kota Semarang, menjadi damai,” tegas FX Suhanto.
Dorong Pariwisata dan Citra Kota Inklusif
Karnaval Paskah Semarang 2026 juga telah dipandang sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata Kota Semarang. Keberagaman budaya dan religi yang ditampilkan dinilai mampu menjadi daya tarik wisata yang unik.
Pemerintah Kota Semarang menilai kegiatan ini sebagai agenda penting dalam memperkenalkan wajah kota yang damai, inklusif, dan penuh toleransi.
Selain itu, rangkaian agenda budaya lain seperti perayaan Ogoh-ogoh juga telah dinantikan sebagai lanjutan dari perayaan keberagaman di kota ini.(tya)







