FOLKSTIME.ID — Upaya percepatan pembangunan kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) kembali diperkuat melalui momentum silaturahmi nasional yang digelar di Palembang, di mana kolaborasi lintas daerah dan jejaring perantauan ditekankan sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.
Kegiatan Halal Bihalal masyarakat perantauan Sumbagsel telah diselenggarakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah pusat hingga daerah, sebagai bagian dari langkah strategis dalam memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi antarwilayah di kawasan tersebut.
Inisiatif kegiatan tersebut telah digagas oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama sejumlah pejabat tinggi negara, sebagai bentuk konsolidasi bersama guna mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal dan memperkuat peran Sumbagsel sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam forum tersebut, potensi besar kawasan Sumbagsel telah disoroti sebagai kekuatan utama yang perlu dioptimalkan melalui sinergi berkelanjutan, di mana aspek sumber daya manusia, kekayaan budaya, serta sumber daya alam disebut sebagai modal strategis pembangunan.
“Potensi Sumbagsel ini luar biasa. Baik dari sisi SDM, adat budaya, maupun sumber daya alam. Yang kita butuhkan sekarang adalah mempererat silaturahmi, karena ini bukan lagi sekadar tradisi, tapi sudah menjadi kebutuhan untuk membangun kekuatan bersama,” ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya.
Dorongan Kolaborasi Regional
Penguatan silaturahmi regional dinilai tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga telah diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pembangunan kawasan. Melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah, integrasi program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Selain itu, langkah konkret berupa penyusunan peta jalan atau roadmap pembangunan kawasan Sumbagsel telah direncanakan sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Dokumen tersebut nantinya akan difokuskan pada optimalisasi potensi daerah dan peningkatan daya saing kawasan secara menyeluruh.
Kehadiran Pemangku Kepentingan
Acara tersebut juga telah dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari lima provinsi di kawasan Sumbagsel, termasuk perwakilan dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung. Kehadiran mereka dinilai menjadi simbol kuatnya komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan regional.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang semakin memperkuat sinyal adanya dukungan luas terhadap agenda pembangunan terintegrasi di kawasan Sumbagsel.
Harapan Penguatan Sinergi
Melalui momentum ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat perantauan diharapkan dapat semakin diperkuat. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Dengan penguatan jejaring sosial dan ekonomi yang terus didorong, kawasan Sumbagsel diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(rin)







