FOLKSTIME.ID– Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 Kota Semarang dimanfaatkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang untuk menghadirkan terobosan digital yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwihartono, memastikan sedikitnya ada tiga inovasi prioritas yang akan segera diluncurkan, yakni Semarang Virtual Tour, Semarang Dalam Genggaman Saya, dan AISA (AI Solusi Sampah).
Ketiga program tersebut disiapkan untuk memperkuat pelayanan publik, memperluas promosi potensi daerah, hingga mempercepat penanganan persoalan sampah berbasis teknologi.
“Ini program prioritas yang kami siapkan untuk masyarakat Kota Semarang sekaligus sebagai kado Hari Jadi Kota Semarang,” ujar Didik Dwihartono.
Program pertama, Semarang Virtual Tour, menjadi etalase digital yang memperkenalkan berbagai potensi Kota Semarang ke publik luas, termasuk calon investor.
Platform ini memungkinkan masyarakat menjelajahi Kota Semarang secara virtual melalui tampilan interaktif yang memuat sekitar 117 objek, mulai dari destinasi wisata, kampus, rumah sakit, kawasan investasi, hingga fasilitas pendidikan.
Peluncuran Semarang Virtual Tour dijadwalkan dilakukan dalam agenda dialog nasional Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) di Hotel Gumaya.
Didik menyebut, platform tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi wisata, tetapi juga media strategis untuk mengenalkan iklim investasi di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Semua potensi Kota Semarang bisa dilihat secara virtual. Harapannya ini menarik wisatawan sekaligus investor,” katanya.
Inovasi kedua adalah Semarang Dalam Genggaman Saya atau SDGS, aplikasi layanan terpadu yang menyatukan berbagai layanan publik dalam satu genggaman.
Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi membuka banyak tautan atau aplikasi berbeda untuk mengakses layanan pemerintahan.
Berbagai fitur tersedia di dalamnya, seperti layanan kependudukan, informasi publik, kartu pelajar, antrean puskesmas, hingga akses ke Semarang Virtual Tour.
“Aplikasi ini dibuat agar warga lebih mudah. Semua layanan publik bisa diakses cukup lewat satu aplikasi,” ujar Didik.
Aplikasi tersebut rencananya diluncurkan saat puncak perayaan HUT Kota Semarang di Simpang Lima dan dapat diunduh melalui Play Store.
Sementara inovasi ketiga, AISA (AI Solusi Sampah), difokuskan untuk membantu pengawasan kebersihan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Melalui CCTV yang dipadukan dengan kecerdasan buatan, sistem mampu mendeteksi tumpukan sampah yang meluber atau belum diangkut petugas.
Saat ini, AISA telah diuji coba di 35 TPS dari total 255 TPS di Kota Semarang.
Jika sistem mendeteksi kondisi TPS penuh atau kotor, notifikasi otomatis akan dikirim ke petugas. Jika tidak segera ditangani, laporan akan naik secara berjenjang hingga ke pimpinan daerah.
“Teknologi ini membantu percepatan penanganan sampah. Jadi tidak harus menunggu laporan warga,” jelas Didik.
Pemkot Semarang juga berencana menambah pemasangan sistem tersebut di 120 TPS melalui anggaran perubahan tahun ini.
Dengan tiga inovasi tersebut, Diskominfo Kota Semarang ingin menunjukkan transformasi digital bukan sekadar slogan, melainkan solusi nyata untuk pelayanan publik, promosi daerah, dan tata kelola lingkungan yang lebih modern.
Inovasi







