Kartini Ride Solo 2026: Perempuan Tiga Generasi Touring Berkebaya, Classy dan Penuh Makna

FOLKSTIME.ID – Semangat emansipasi perempuan diperingati melalui kegiatan Kartini Ride Surakarta yang digelar di Kota Solo, akhir pekan lalu. Touring bertema “Ride With Grace, Move with Classy” itu diikuti peserta perempuan lintas generasi, mulai dari pelajar, pekerja muda, hingga ibu rumah tangga, dalam satu rombongan berkendara yang menonjolkan gaya elegan dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut diberangkatkan dari Yamaha Panggung Jebres dan diarahkan menyusuri sejumlah ikon kota seperti Pasar Kliwon, Jalan Slamet Riyadi, Stadion Manahan, hingga Masjid Raya Sheikh Zayed. Sepanjang perjalanan, suasana kebersamaan antarpeserta dari berbagai usia tampak diperkuat melalui konsep riding santai yang dikemas aman dan tertib.

Dalam pelaksanaannya, touring perempuan lintas generasi di Solo ini tidak hanya difokuskan pada aktivitas berkendara, tetapi juga diarahkan sebagai bentuk kampanye gaya hidup berkendara yang berkelas sekaligus memperingati nilai perjuangan RA Kartini. Kegiatan tersebut pun dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam komunitas otomotif yang inklusif.

“Kartini Ride Surakarta menjadi wadah untuk mengapresiasi perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan touring yang melibatkan perempuan dari berbagai generasi,” ujar M. Nindyarto Laksamana Praja, Selasa (28/4).

Peserta Rasakan Tantangan Berkendara dengan Kebaya

Nuansa berbeda dihadirkan dalam kegiatan ini karena seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana tradisional berupa kebaya dan batik saat berkendara. Konsep tersebut dinilai menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi peserta dari kalangan muda yang belum terbiasa.

“Awalnya sempat ragu karena naik motor pakai kebaya terasa ribet, terutama saat naik dan turun. Tapi setelah dijalani ternyata seru dan jadi pengalaman baru,” ungkap Nadya Sekar, salah satu peserta.

Pengalaman serupa juga disampaikan peserta lain yang mengikuti kegiatan bersama anggota keluarganya. Momen kebersamaan lintas generasi disebut jarang terjadi dalam aktivitas touring.

“Bisa ikut touring bersama ibu dan adik dalam satu kegiatan seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” kata Uci, warga Banyuanyar, Surakarta.

Skutik Classy Jadi Daya Tarik Generasi Muda

Selain mengusung nilai budaya dan kebersamaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan lini skutik Classy yang dinilai semakin diminati kalangan muda. Desain yang modern dengan sentuhan klasik disebut menjadi daya tarik utama.

Salah satu model yang ditampilkan adalah Fazzio Hybrid yang mengusung konsep fleksibel untuk modifikasi serta didukung teknologi Blue Core Hybrid. Motor ini juga dilengkapi fitur Smart Key System yang menambah kemudahan penggunaan.

Sementara itu, Grand Filano Hybrid turut dihadirkan dengan kombinasi desain elegan dan fitur modern, seperti TFT Sub Display, lampu Full LED, serta kapasitas bagasi besar. Kehadiran fitur tersebut dinilai mendukung kebutuhan mobilitas harian yang praktis tanpa mengesampingkan gaya. (tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 21.00 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Peristiwa bermula saat sebuah KRL sebelumnya menabrak mobil taksi di perlintasan, menyebabkan posisinya terhenti dan mengganggu jalur. Akibatnya, KRL lain yang menuju Cikarang harus berhenti cukup lama di stasiun. Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya yang melaju dari belakang tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak KRL yang sedang berhenti. Berdasarkan informasi yang diterima, situasi sempat mencekam karena rangkaian kereta tidak bergerak cukup lama sebelum tabrakan terjadi. video : istimewa #kereta #bekasi #commuterline #kai #argobromo

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya