FOLKSTIME.ID — Inovasi pariwisata berbasis teknologi diperkenalkan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui peluncuran virtual tour dalam rangkaian kegiatan forum internasional ASEAN ID-Nourish yang digelar pada 28–30 April 2026. Agenda tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Welcome Dinner Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu hotel di pusat kota, Selasa (28/4) malam.
Peluncuran virtual tour tersebut disebut menjadi bagian dari strategi promosi wisata digital sekaligus penguatan citra kota sebagai pusat inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Dalam forum yang menghadirkan pemangku kepentingan nasional dan internasional itu, Kota Semarang diposisikan sebagai ruang bertemunya pertukaran gagasan terkait sistem pangan berkelanjutan dan pengembangan kota modern.
Konsep ketahanan pangan berkelanjutan turut menjadi fokus pembahasan dalam forum ini, di mana lanskap wilayah Kota Semarang yang mencakup pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perbukitan dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Selain itu, keberadaan sekitar 2.000 hektare lahan sawah produktif di wilayah Gunungpati, Mijen, dan Ngaliyan disebut tetap dipertahankan di tengah tekanan urbanisasi.
“Semarang selalu tumbuh sebagai tempat bertemunya pengalaman dan pengetahuan yang diharapkan mampu melahirkan dialog penuh harapan untuk masa depan bersama. Kota ini tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga memiliki lanskap lengkap yang membentuk cara kami memahami pangan sebagai sistem yang harus dijaga dari hulu hingga hilir,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
Virtual Tour Perluas Akses Wisata Digital
Dalam kesempatan tersebut, pengalaman menjelajah kota secara digital diperkenalkan kepada para delegasi melalui perangkat seluler. Akses virtual tour yang telah dibagikan memungkinkan peserta menelusuri berbagai destinasi unggulan tanpa batasan waktu dan lokasi.
Beragam titik destinasi seperti kawasan cagar budaya, museum, hingga pusat kuliner dan ruang rekreasi disajikan dalam format digital interaktif. Inisiatif ini dinilai mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis teknologi.
“Melalui pengalaman ini, para tamu dapat menjelajahi berbagai destinasi ikonik Semarang, baik kawasan bersejarah maupun area modern yang terus berkembang. Diharapkan, kesan yang diperoleh tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi alasan untuk kembali berkunjung,” kata Agustina.
Forum Internasional Perkuat Kolaborasi
Forum ASEAN ID-Nourish turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai institusi, di antaranya perwakilan Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Luar Negeri. Selain itu, organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization, World Food Programme, dan Milan Urban Food Policy Pact juga tercatat hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran delegasi lintas negara disebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama, khususnya dalam pengembangan sistem pangan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung secara informal dinilai membuka peluang lahirnya kolaborasi konkret di masa mendatang.
“Sering kali langkah besar tidak dimulai dari ruang rapat, tetapi dari perjumpaan hangat seperti malam ini. Dari sini diharapkan muncul ide dan kerja sama yang dapat ditindaklanjuti demi manfaat masyarakat,” ungkapnya.
Identitas Kota Berbasis Keberagaman
Dalam pemaparan yang disampaikan, Kota Semarang juga digambarkan sebagai wilayah dengan sejarah panjang pertemuan budaya dunia. Berbagai catatan sejarah menunjukkan kota ini telah menjadi titik temu berbagai peradaban selama berabad-abad.
Karakter multikultural tersebut disebut masih menjadi fondasi penting dalam pembangunan kota hingga saat ini. Keberagaman yang terjaga dinilai menjadi kekuatan dalam menciptakan harmoni sekaligus mendorong inovasi di berbagai sektor, termasuk pangan dan pariwisata.
“Semarang tidak pernah tumbuh dalam keseragaman, tetapi justru dari pertemuan berbagai budaya yang menciptakan harmoni. Malam ini, semangat itu kembali terasa dengan kehadiran para tamu dari berbagai daerah dan negara,” kata Agustina.







