FOLKSTIME.ID — Ratusan paket susu gratis dibagikan kepada penumpang Trans Semarang dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Jadi Kota Semarang (HJKS) ke-479.
Program berbagi tersebut dilaksanakan di sejumlah titik halte strategis, dengan fokus utama di Halte Simpang Lima dan Banyumanik pada Sabtu (2/5).
Selain susu, pembagian juga disertai roti khusus pada hari pelaksanaan tersebut. Setiap harinya, sekitar 600 paket susu disiapkan untuk penumpang yang beruntung.
Tidak hanya pembagian susu gratis, kebijakan tarif khusus juga diberlakukan bagi pekerja atau buruh selama bulan Mei. Tarif transportasi umum Trans Semarang ditetapkan menjadi Rp1.000 sebagai bagian dari program dukungan terhadap mobilitas tenaga kerja di Kota Semarang.
Program Susu Gratis dan Tarif Murah Trans Semarang
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyampaikan bahwa program ini digelar bertepatan dengan momentum HJKS ke-479 serta peringatan May Day.
“Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus dalam rangka Hari Jadi Kota Semarang ke-479. Pembagian susu gratis dilakukan di Halte Simpang Lima dan Banyumanik,” ujarnya.
Disebutkan bahwa jumlah paket yang dibagikan mencapai ratusan setiap hari, dengan tambahan roti pada pelaksanaan tertentu. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada pengguna layanan transportasi umum.
“Setiap harinya ada sekitar 600 paket susu yang dibagikan kepada penumpang. Khusus hari ini juga ditambahkan roti,” kata Haris.
Lebih lanjut, tarif khusus bagi buruh diberlakukan mulai 6 hingga 31 Mei 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya transportasi sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.
“Mulai 6 sampai 31 Mei 2026, pekerja atau buruh cukup membayar Rp1.000 untuk menggunakan Trans Semarang. Harapannya program ini bisa menarik minat penumpang,” jelasnya.
Dorong Peralihan ke Transportasi Umum
Program tarif murah ini juga diposisikan sebagai upaya mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik. Dukungan tersebut dinilai penting dalam mengurangi kemacetan serta meningkatkan efisiensi mobilitas di perkotaan.
Selain itu, peningkatan kualitas layanan turut dilakukan melalui peremajaan armada. Langkah tersebut difokuskan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyebutkan bahwa puluhan armada telah disiapkan untuk diremajakan dalam waktu dekat.
“Kami melakukan pembenahan layanan, total ada 41 armada yang dilakukan peremajaan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang,” ujarnya.
Dengan berbagai program tersebut, layanan Trans Semarang diharapkan semakin diminati masyarakat sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas kota. (Tya)







