FOLKSTIME.ID – Wali Kota Agustina Wilujeng didorong untuk memperkuat transformasi tata kelola kota berbasis teknologi setelah Kota Semarang dipastikan masuk dalam jejaring ASEAN Smart City Network, yang disebut sebagai penguatan posisi dalam implementasi smart city di tingkat regional Asia Tenggara.
Penguatan Integrasi Smart City Semarang dan Digitalisasi Layanan Publik
Penataan ulang sistem pelayanan publik berbasis digital telah diprioritaskan melalui skema integrasi aplikasi lintas perangkat daerah di Kota Semarang. Evaluasi terhadap berbagai platform layanan yang selama ini berjalan secara terpisah telah mulai dilakukan guna memastikan efektivitas penggunaan teknologi dalam pelayanan masyarakat.
Evaluasi Aplikasi Layanan dan Efektivitas Tata Kelola
Berbagai aplikasi layanan publik yang dikembangkan oleh perangkat daerah telah dikaji ulang agar tidak berjalan secara sektoral. Penyatuan sistem layanan digital ke dalam satu ekosistem utama disebut telah diarahkan melalui aplikasi Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG’s) untuk meningkatkan efisiensi akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Smart City Semarang Berbasis Data dan Kesejahteraan Warga
Dalam forum Focus Group Discussion (FGD) II Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) yang digelar di Balai Kota Semarang, konsep smart city telah ditegaskan sebagai model tata kelola yang berbasis data, pemanfaatan teknologi sebagai solusi, serta orientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Konsep smart city kita idealnya bukan berupa digitalisasi pelayanan atau perlombaan menghadirkan aplikasi sebanyak-banyaknya. Pengelolaan kota cerdas ini bertumpu pada tiga aspek utama, yaitu data sebagai dasar pengambilan keputusan, teknologi sebagai alat pemecah masalah, serta kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan akhir,” disampaikan oleh Agustina Wilujeng.
Penegasan juga diberikan bahwa keberadaan aplikasi layanan tidak akan dimaknai optimal apabila tidak digunakan secara luas oleh masyarakat, sehingga proses evaluasi dan penyempurnaan sistem digital terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.
Optimalisasi Platform SDG’s dan Layanan Terpadu Warga
Penguatan integrasi layanan telah diarahkan melalui platform SDG’s yang dikembangkan sebagai pusat akses layanan publik digital. Sistem tersebut telah didorong agar mampu menyederhanakan berbagai kebutuhan administrasi masyarakat dalam satu kanal layanan terpadu.
Transformasi Smart City Dorong Ekonomi dan UMKM Semarang
Selain sektor layanan publik, transformasi smart city juga telah diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui platform Waras Ekonomi. Melalui program tersebut, pelaku UMKM telah difasilitasi dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP agar dapat meningkatkan daya saing usaha.
Kebijakan pendampingan legalitas usaha tersebut dinilai sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi digital di Kota Semarang, di mana hambatan administratif terhadap pelaku usaha telah diupayakan untuk diminimalkan melalui pemanfaatan teknologi layanan publik.(tya)







