FOLKSTIME.ID – Menjelang Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia (BI) menyiapkan ketersediaan uang layak edar (ULE) sebesar Rp26,32 triliun untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran distribusi uang tunai sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut digunakan untuk memastikan kecukupan uang pecahan kecil di ATM dan loket penukaran, yang biasanya meningkat signifikan pada masa Ramadan hingga Idulfitri.
“Layanan penukaran akan dibuka mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026 di kantor bank umum dan lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat,” ujar Noor Nugroho, Jumat (13/2/2026).
BI bekerja sama dengan perbankan dan mitra terkait membuka 251 titik penukaran uang yang tersebar di seluruh wilayah kerja BI di Semarang, Purwokerto, Tegal, dan Solo. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan uang tunai terutama untuk zakat, THR, dan transaksi ritel.
Tahun ini, kegiatan penukaran uang dibungkus dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, dengan tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”. Program ini tidak hanya menyediakan uang layak edar, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar mengenali keaslian rupiah dan menjaga kualitasnya.
Masyarakat yang ingin menukar uang wajib melakukan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) di situs pintar.bi.go.id
. Untuk wilayah Pulau Jawa, tahap pertama pendaftaran dibuka pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB hingga kuota terpenuhi, dan tahap kedua dijadwalkan pada pekan keempat Februari 2026.
Setiap paket penukaran SERAMBI 2026 senilai Rp5.300.000 terdiri dari pecahan:
Rp50.000 sebanyak 50 lembar
Rp20.000 sebanyak 50 lembar
Rp10.000 sebanyak 100 lembar
Rp5.000 sebanyak 100 lembar
Rp2.000 sebanyak 100 lembar
Rp1.000 sebanyak 100 lembar
Noor Nugroho menekankan bahwa kolaborasi dengan industri perbankan menjadi kunci kelancaran distribusi uang. Selain itu, BI mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi non-tunai, seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS, untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan pembayaran.
Selama Ramadan, BI juga mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dengan edukasi 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan prinsip 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi) agar kualitas uang tetap terjaga.
Dengan persiapan ini, BI optimistis kebutuhan uang tunai masyarakat Jawa Tengah akan terpenuhi secara aman, tertib, dan merata, mendukung stabilitas ekonomi daerah serta kelancaran transaksi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.(tya)







