Di Balik Tanjakan Dieng, Tangan-Tangan Banser Jadi Penolong di Arus Wisata Lebaran

FOLKSTIME.ID – Di tengah padatnya arus wisata Lebaran 2026 menuju kawasan Dieng, ada pemandangan yang tak biasa namun penuh makna di jalur tanjakan Bukit Barisan, Kecamatan Pejawaran.

Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tampak sigap mendorong kendaraan wisatawan yang kesulitan menaklukkan tanjakan curam.

Di balik seragam loreng khas mereka, tersimpan semangat kemanusiaan yang begitu kuat. Tanpa pamrih, mereka berdiri berjam-jam di sisi jalan, siap membantu siapa saja yang membutuhkan—mulai dari kendaraan mogok hingga evakuasi kecelakaan ringan.

Muhammad Fatkurohman, Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasat Korcab) Banser Banjarnegara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bersiaga sejak awal masa libur Idulfitri. Bahkan, mereka diperkirakan akan terus bertugas hingga puncak arus wisata berakhir.

“Teman-teman Banser dari Koryon Batur dan Pejawaran masih berjibaku di tanjakan. Selain membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak, kami juga turut melakukan evakuasi jika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Menurutnya, jalur menuju Dieng memang dikenal memiliki medan yang menantang, terutama bagi kendaraan yang tidak dalam kondisi prima. Kombinasi tanjakan ekstrem dan padatnya lalu lintas seringkali membuat kendaraan kehilangan tenaga di tengah jalan.

Di situlah peran Banser menjadi sangat vital. Dengan tenaga dan kekompakan, mereka mendorong kendaraan satu per satu agar bisa melanjutkan perjalanan. Meski lelah, tak sedikit pun terlihat raut mengeluh di wajah mereka.

Salah seorang wisatawan mengaku terharu dengan dedikasi para relawan tersebut. Ia bahkan menyebut aksi Banser sebagai bentuk pengabdian yang luar biasa.

“Dulu hampir tiap tahun saat monitoring posko selalu mampir di titik itu. Betapa luar biasanya sahabat-sahabat Banser Pejawaran dalam bertugas membantu melancarkan arus lalu lintas. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan dimudahkan rezekinya,” tuturnya.

Bagi para anggota Banser, tugas ini bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan panggilan kemanusiaan. Mereka rela meninggalkan waktu bersama keluarga di momen Lebaran demi memastikan para wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan aman dan lancar.

Di jalur terjal menuju Dieng itu, Banser bukan hanya membantu mendorong kendaraan—mereka juga menggerakkan harapan, menjaga keselamatan, dan menghadirkan rasa tenang bagi setiap pelintas.

Ketika banyak orang menikmati liburan, mereka memilih untuk tetap berdiri di jalanan, menjadi penjaga sunyi yang memastikan semua orang sampai tujuan.

Artikel Menarik Lainnya