Di Bawah Lengkung Lawang Sewu Semarang, KAI Wisata Bakal Menggelar Salat Idulfitri Bersama Ribuan Jamaah

FOLKSTIME.ID – Pada Sabtu (21/3/2026) Pagi besok, halaman Lawang Sewu kembali disiapkan bukan sekadar sebagai destinasi wisata, melainkan ruang kebersamaan.

Di bawah lengkung bangunan bersejarah itu, gema takbir direncanakan akan menyambut ratusan hingga ribuan jamaah yang datang untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.

Untuk kedua kalinya, PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata menggelar Salat Idulfitri di lokasi ikonik Kota Semarang tersebut.

Setelah sukses menarik antusiasme masyarakat pada 2025 lalu, tahun ini kegiatan serupa kembali akan dihadirkan dengan nuansa yang diharapkan lebih hangat dan berkesan.

Salat Idulfitri dijadwalkan berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 08.30 WIB. Nama H. Machasin dipercaya sebagai imam sekaligus khatib, sementara Arda Nur Yulian akan bertugas sebagai bilal.

Panitia menargetkan kehadiran sekitar 700 hingga 1.000 jamaah dari berbagai penjuru kota.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengungkapkan rasa syukurnya atas kembali terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami bersyukur dapat kembali menyelenggarakan Salat Idulfitri di Lawang Sewu untuk yang kedua kalinya,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada perjalanan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan kebersamaan, Lawang Sewu seolah menemukan peran barunya.

Bukan hanya sebagai bangunan bersejarah yang menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif.

Raden Agus menilai potensi tersebut sangat besar.

“Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi unggulan KAI Wisata memiliki potensi besar untuk menjadi ruang publik yang inklusif dan bermakna, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tempat kegiatan keagamaan dan sosial,” katanya.

Pelaksanaan salat nantinya akan mengikuti arahan pemerintah serta ketentuan yang berlaku agar berjalan tertib, aman, dan nyaman. Masyarakat yang hadir diimbau membawa perlengkapan ibadah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, KAI Wisata berharap momen Idulfitri tak hanya dirayakan sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, KAI Wisata terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat positioning sebagai penyedia layanan pariwisata berbasis pengalaman,” tutup Raden Agus.

Di halaman Lawang Sewu nanti, tak hanya sajadah yang terbentang. Harapan, kebersamaan, dan kehangatan Hari Raya juga akan ikut dirasakan, menyatu dalam suasana yang sederhana namun penuh makna.

Artikel Menarik Lainnya