Infrastruktur Listrik Baru PLN di Karawang Dorong Industri Lebih Stabil dan Kompetitif

FOLKSTIME.ID – Penguatan sektor industri di Karawang kini mendapat dorongan signifikan setelah PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan infrastruktur kelistrikan 150 kV di wilayah Telukjambe.

Proyek ini dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan efisiensi aktivitas industri di salah satu kawasan manufaktur terbesar di Indonesia.

Energize yang dilakukan mencakup Extension 2 Line Bay di Gardu Induk (GI) 150 kV Telukjambe serta jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Telukjambe II – Telukjambe.

Dengan beroperasinya infrastruktur ini, kapasitas penyaluran listrik meningkat sekaligus memperkuat stabilitas sistem kelistrikan di kawasan industri.

Tak sekadar proyek teknis, pembangunan ini menjadi simbol kolaborasi lintas unit PLN dan pemangku kepentingan. UPMK I bersama PLN UIP JBT, PLN UID Jawa Barat, Pusertif, hingga UIT JBT bekerja bersama memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target hingga akhirnya siap dialiri tegangan.

Dari sisi teknis, proyek ini menghadirkan satu Line Bay baru yang terhubung ke jaringan industri, serta menyelesaikan jalur transmisi sepanjang 9,89 kilometer yang ditopang oleh 40 tower. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi energi menuju kawasan industri Indah Kiat.

Kehadiran infrastruktur ini secara langsung menopang kebutuhan listrik skala besar, khususnya bagi PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills. Dengan kapasitas suplai mencapai 150 kV 250 MVA, perusahaan dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih stabil tanpa khawatir gangguan pasokan.

General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriaji, menekankan bahwa keberadaan listrik yang andal bukan hanya soal pasokan energi, tetapi juga tentang menjaga daya saing industri nasional.

“Keberhasilan energize pada infrastruktur kelistrikan di Telukjambe ini adalah komitmen teguh PLN dalam mengawal laju roda ekonomi nasional. Kawasan industri di Karawang merupakan tulang punggung manufaktur, sehingga pasokan listrik yang stabil menjadi kunci agar operasional industri berjalan optimal dan berdaya saing global,” ujar Aan, Jum’at (3/4/2026).

Sementara itu, Manager UPMK I Muhammad Rajul Kahfie menyoroti dampak luas dari proyek ini yang juga dirasakan masyarakat.

“Dengan sistem yang lebih kuat, PLN dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil, tidak hanya bagi kawasan industri tetapi juga untuk warga sekitar Karawang, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Lebih jauh, pengoperasian infrastruktur ini diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas listrik secara menyeluruh, memperkuat sistem interkoneksi, serta menekan potensi gangguan yang dapat menghambat produktivitas industri.

Langkah ini sekaligus menegaskan peran PLN sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, dengan memastikan ketersediaan energi listrik yang tidak hanya cukup, tetapi juga andal dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan sektor industri.

Artikel Menarik Lainnya