Folkstime.id – Jalan Dr. Kariadi mendadak dipenuhi suasana tak biasa pada Jumat (27/2/2026) sore. Di tengah arus lalu lintas jelang waktu berbuka puasa, sejumlah sosok berkostum karakter horor berdiri di tepi jalan sambil membagikan paket takjil kepada para pengendara.
Aksi unik tersebut digagas Komunitas Semarang Angker (Semarangker) yang berkolaborasi dengan Soto Ayam Pak Wito. Sekitar 400 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas dan habis dalam waktu singkat.
Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat tampak memperlambat laju kendaraan mereka ketika melihat figur-figur menyerupai kuntilanak dan gendruwo berdiri di pinggir jalan. Meski berpenampilan menyeramkan, para anggota komunitas itu justru menyapa ramah dan menyerahkan makanan berbuka dengan senyum.
Perwakilan Semarangker, Marcellino Dewa Bagaskara, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda sosial Ramadan yang rutin digelar komunitasnya.
“Kami menyiapkan kurang lebih 400 paket takjil untuk masyarakat Semarang. Biasanya kami dikenal karena aktivitas eksplorasi tempat-tempat yang dianggap angker. Namun di bulan Ramadan ini kami ingin menghadirkan kegiatan yang membawa kebahagiaan,” ujar Bagaskara di lokasi kegiatan.
Menurut dia, konsep horor sengaja dipertahankan sebagai identitas komunitas, tetapi dikemas dengan nuansa santai dan menghibur. Selain mengenakan kostum karakter hantu, anggota juga membawa properti pendukung seperti boneka dan ornamen bernuansa mistis untuk menarik perhatian warga.
Bagaskara menegaskan, Semarangker tidak semata berkutat pada penelusuran mitos atau lokasi yang dikenal angker. Komunitas yang beranggotakan sekitar 150 orang tersebut juga aktif menggelar kegiatan sosial.
“Dalam waktu dekat kami juga menyiapkan santunan anak yatim dan pembagian zakat bersama seluruh anggota. Semua kegiatan ini bersumber dari iuran internal,” katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan sosial tersebut, masyarakat dapat melihat sisi lain komunitas yang selama ini identik dengan suasana horor. Pihaknya juga membuka ruang bagi warga yang ingin bergabung atau sekadar mengenal lebih dekat aktivitas mereka.
Sementara itu, perwakilan manajemen Soto Ayam Pak Wito, Ivanna Pandelaki, menyampaikan kolaborasi ini menjadi bagian dari program berbagi yang rutin dilakukan setiap Ramadan.
“Tahun sebelumnya kami menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk berbagi takjil. Tahun ini kami ingin menghadirkan konsep berbeda dengan melibatkan komunitas yang unik. Harapannya, selain membantu masyarakat yang berpuasa, kegiatan ini juga memberi hiburan,” ujarnya.
Kegiatan berbagi takjil tersebut pun menjadi tontonan menarik bagi warga sekitar. Meski mengusung tema horor, suasana tetap berlangsung tertib dan penuh antusiasme hingga seluruh paket takjil habis dibagikan menjelang azan magrib.(tya)







