FOLKSTIME.ID – Kinerja angkutan kereta api pada masa Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang telah ditutup dengan hasil positif. Periode angkutan yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 Mei 2026 dilaporkan berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Selama periode tersebut, jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 4 Semarang tercatat mengalami peningkatan signifikan. Total penumpang mencapai 1.225.518 orang, yang terdiri atas 612.759 penumpang naik dan 628.269 penumpang turun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 14 persen dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun 2025.
Kapasitas dan Ketepatan Waktu Meningkat
Peningkatan juga terjadi pada kapasitas angkut kereta api yang disediakan. Pada Angkutan Lebaran 2026, kapasitas tempat duduk yang disiapkan mencapai 424.260 kursi atau naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 408.368 kursi.
Selain itu, ketepatan waktu perjalanan kereta api tetap terjaga pada level tinggi. On Time Performance (OTP) untuk keberangkatan tercatat mencapai 99,50 persen, sedangkan untuk kedatangan sebesar 98,15 persen. Jumlah perjalanan kereta api yang dioperasikan juga mengalami kenaikan menjadi 746 perjalanan atau meningkat 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada alinea keempat, disampaikan bahwa tingginya capaian tersebut disebut sebagai hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan dan kesiapan operasional. “KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan kereta api sebagai transportasi pilihan dalam mendukung mobilitasnya selama masa Angkutan Lebaran Tahun 2026. Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Manager Humas Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Lonjakan penumpang tertinggi selama masa angkutan Lebaran tercatat terjadi pada periode arus mudik dan arus balik. Pada arus mudik, puncak penumpang terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 dengan jumlah 60.108 penumpang.
Sementara itu, pada arus balik, puncak kepadatan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 74.838 orang.
Tujuan Favorit dan KA Unggulan
Sebaran penumpang di wilayah Daop 4 Semarang didominasi oleh sejumlah kota besar. Tujuan favorit penumpang meliputi Jakarta sebanyak 128.742 penumpang, Surabaya 54.464 penumpang, Solo 35.122 penumpang, serta Purwokerto 19.405 penumpang.
Adapun kereta api dengan jumlah penumpang terbanyak didominasi oleh layanan KA Kaligung dengan 42.973 penumpang, disusul Ambarawa Ekspres sebanyak 40.403 penumpang, Kamandaka 32.977 penumpang, Tawang Jaya 16.539 penumpang, dan Banyubiru sebanyak 14.641 penumpang.
Stasiun Terpadat Selama Lebaran
Aktivitas penumpang tertinggi tercatat di sejumlah stasiun utama. Stasiun Semarang Tawang menjadi yang terpadat dengan 170.165 penumpang naik dan 178.447 penumpang turun. Disusul Stasiun Semarang Poncol dengan 146.178 penumpang naik dan 131.975 penumpang turun.
Selanjutnya, Stasiun Tegal mencatat 146.178 penumpang naik dan 92.277 penumpang turun, Stasiun Pekalongan 66.445 penumpang naik dan 69.514 penumpang turun, serta Stasiun Cepu dengan 30.634 penumpang naik dan 33.897 penumpang turun.
Disebutkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kesiapan berbagai aspek operasional. Perawatan sarana dan prasarana disebut telah ditingkatkan, kesiapan sumber daya manusia diperkuat, serta pelayanan di stasiun maupun di atas kereta api dioptimalkan secara menyeluruh.
Apresiasi untuk Stakeholder
Apresiasi juga disampaikan kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga meteorologi, hingga relawan disebut telah berkontribusi besar dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini sehingga dapat berjalan dengan baik.
Ke depan, peningkatan kualitas layanan ditegaskan akan terus dilakukan. Komitmen untuk menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api disebut tidak hanya difokuskan pada masa angkutan Lebaran, tetapi juga dalam operasional harian.(tya)







