Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Naik 30 Persen, Wali Kota Salatiga Siapkan Bus Gratis dan Pantau Harga Pangan

FOLKSTIME.ID — Pemerintah daerah di Jawa Tengah memperkuat koordinasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi yang digelar pada Senin (9/3/2026) di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang.

Pertemuan yang mengusung tema “Menjaga Kondusivitas Wilayah Jawa Tengah Menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026” ini dihadiri para kepala daerah serta jajaran Forkopimda dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut, termasuk Wali Kota Salatiga.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan rapat koordinasi digelar untuk menyatukan langkah pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Menurutnya, arus mudik tahun ini diprediksi mengalami lonjakan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Dalam rangka menyiapkan arus mudik dan balik yang prediksinya tahun ini naik 30 persen. Kita juga menyiapkan sarana prasarana serta melakukan pengecekan terkait fluktuasi kebutuhan bahan pokok penting,” ujar Ahmad Luthfi dalam forum tersebut.

Selain fokus pada kelancaran transportasi dan keamanan perjalanan, pemerintah daerah juga diminta memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Robby Hernawan menyampaikan bahwa kondisi harga pangan di wilayahnya masih terkendali menjelang Idul Fitri.

Ia menjelaskan, dalam rapat koordinasi tersebut para kepala daerah membahas berbagai strategi menghadapi lonjakan arus mudik sekaligus menjaga ketahanan pangan di masing-masing wilayah.

“Rapat kali ini membahas bagaimana menyiasati arus mudik Lebaran, ketahanan pangan, serta potensi gejolak harga di setiap daerah. Untuk mudik sendiri tahun ini Pemerintah Kota Salatiga menyediakan beberapa bus untuk program mudik gratis dari ibu kota,” kata Robby.

Program mudik gratis tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat perantau yang ingin pulang kampung sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur mudik.

Pemerintah Kota Salatiga juga berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri untuk memperkuat pengamanan serta memastikan kenyamanan masyarakat selama periode libur Lebaran.

Robby menegaskan pihaknya akan terus melakukan langkah antisipatif guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif, baik bagi pemudik yang melintas maupun warga Kota Salatiga.

“Pemerintah Kota bersama TNI dan Polri akan terus melakukan upaya menjaga kondusivitas wilayah, keamanan, serta kenyamanan bagi pemudik maupun masyarakat Kota Salatiga,” tegasnya.

Rapat koordinasi Forkopimda tingkat provinsi tersebut menjadi bagian dari langkah awal pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Idul Fitri 2026, mulai dari aspek transportasi, keamanan, hingga stabilitas kebutuhan pokok.(Pemkot Salatiga)

Artikel Menarik Lainnya