FOLKSTIME.ID – Lonjakan arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terasa di wilayah Kabupaten Kendal pada Selasa (24/3/2026).
Di tengah peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta, rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) justru menjadi faktor kunci yang menjaga kelancaran perjalanan para pemudik.
Sejak pagi hari, aparat kepolisian telah bersiaga melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk membersihkan jalur dari potensi hambatan.
Upaya ini menjadi bagian penting sebelum pemberlakuan one way secara penuh yang dimulai pukul 14.00 WIB, menghubungkan arus dari Semarang hingga Jakarta.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Very Okta Dwi Saputra, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi di lapangan.
Ketika volume kendaraan meningkat signifikan, skema satu arah langsung dioptimalkan untuk mencegah terjadinya penumpukan.
“Pemberlakuan one way bersifat situasional. Jika kondisi arus sudah kembali normal, maka akan segera dihentikan,” ujarnya.
Di ruas tol Semarang–Kendal hingga Kendal–Batang, kepadatan kendaraan terlihat jelas.
Namun, arus lalu lintas tetap bergerak stabil tanpa adanya ketersendatan berarti.
Kondisi yang sempat padat di Rest Area 389 Wujil pun kini berangsur normal, menandakan distribusi kendaraan berjalan efektif.
Tak hanya di jalur tol, peningkatan arus juga terjadi di jalur pantura Kendal.
Sepeda motor mendominasi kepadatan, terutama dari para pemudik yang kembali ke kota perantauan setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Kepolisian mengingatkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah kelancaran arus.
Pengendara diminta tidak memaksakan diri saat kelelahan dan dianjurkan memanfaatkan rest area maupun pos pelayanan yang tersedia.
Dengan pengaturan lalu lintas yang adaptif dan kesiapan petugas di lapangan, arus balik di Kendal menunjukkan bahwa kepadatan tidak selalu berujung kemacetan, selama strategi pengelolaan dilakukan secara tepat.







