FOLKSTIME.ID – Menyambut periode Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang memperkuat kesiapan prasarana dengan melakukan perawatan intensif jalur rel dan jembatan. Langkah ini ditempuh guna memastikan perjalanan kereta api selama masa mudik dan arus balik berjalan aman, lancar, serta tepat waktu.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa peningkatan perawatan dilakukan seiring prediksi lonjakan frekuensi perjalanan kereta dan jumlah pelanggan pada musim Lebaran mendatang.
“Langkah ini merupakan bentuk kesiapan kami menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026. Dengan bertambahnya perjalanan KA dan volume pelanggan, prasarana harus dalam kondisi optimal agar potensi gangguan operasional bisa diminimalkan,” ujar Luqman.
Wilayah Operasional Strategis di Jawa Tengah
Wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang mencakup jalur utara dan sebagian selatan Jawa Tengah. Secara operasional, batas wilayahnya meliputi:
- Sisi barat hingga Stasiun Tegal (perbatasan Daop 3 Cirebon)
- Sisi timur sampai Stasiun Cepu (perbatasan Daop 8 Surabaya)
- Sisi selatan mencapai Stasiun Gundih (perbatasan Daop 6 Yogyakarta)
Secara administratif, cakupan tersebut meliputi 10 kabupaten/kota dengan total panjang lintasan rel mencapai 677 kilometer. Untuk menjaga keandalan infrastruktur, Daop 4 Semarang didukung 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan Rel dan Jembatan, terdiri atas 22 UPT Jalan Rel, 4 UPT Jembatan, dan 1 UPT Mekanik.
Menurut Luqman, panjang lintasan dan kompleksitas kondisi geografis di wilayah ini menuntut pengawasan berkelanjutan, terlebih saat musim penghujan yang berpotensi memicu gangguan seperti genangan, amblesan, maupun longsor.
Lima Fokus Perawatan Intensif
KAI Daop 4 Semarang melakukan sejumlah pekerjaan teknis yang difokuskan pada peningkatan kualitas dan stabilitas jalur, antara lain:
1. Perawatan Geometri Jalur
Petugas melakukan pengukuran dan penyetelan ulang lebar rel, perbaikan elevasi, serta pelurusan jalur. Stabilisasi dilakukan menggunakan alat berat khusus perawatan jalan rel guna memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan.
2. Penggantian Komponen Jalur
Komponen yang mengalami penurunan kualitas seperti bantalan beton atau kayu yang retak diganti secara berkala. Rel yang aus juga diperbarui, disertai penambahan dan penataan ballast (batu kricak) untuk menjaga kekuatan struktur lintasan.
3. Pemeriksaan Jembatan dan Drainase
Inspeksi detail konstruksi jembatan dilakukan untuk memastikan daya dukung tetap optimal. Selain itu, pembersihan saluran air di sisi jalur serta normalisasi drainase di titik rawan banjir terus digencarkan.
4. Patroli Daerah Pantauan Khusus
Frekuensi patroli ditingkatkan di wilayah yang rawan amblesan, banjir, dan longsor. Petugas siaga prasarana disiagakan 24 jam, termasuk pengoperasian Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tambahan selama masa Angkutan Lebaran.
5. Penempatan Alat Material untuk Siaga (AMUS)
KAI menempatkan AMUS berupa ballast, rel cadangan, bantalan beton, kayu, dan material pendukung lain di atas gerbong datar pada lima titik strategis, yakni Stasiun Pekalongan, Stasiun Brumbung, Stasiun Gundih, Stasiun Cepu, dan Stasiun Gambringan. Penempatan ini bertujuan mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di lintas.
Target Nol Gangguan Prasarana
Dengan berbagai langkah tersebut, Daop 4 Semarang menargetkan tidak terjadi gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Selain perawatan teknis, tim tanggap darurat beserta peralatan pendukung juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat di lapangan.
KAI menegaskan komitmennya menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik Lebaran.
“Untuk mendukung kelancaran operasional, masyarakat juga kami imbau agar tidak beraktivitas di jalur rel serta selalu disiplin saat melintas di perlintasan sebidang,” pungkas Luqman.(tya)






