FOLKSTIME.ID – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GeKrafs) Kota Semarang resmi dilantik dalam sebuah acara di Aula Balai Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Pada momen yang sama, turut diperkenalkan website resmi GeKrafs sebagai bagian dari langkah digitalisasi organisasi.
Acara ini dihadiri Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bersama jajaran pengurus serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam sambutannya, Agustina menekankan pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Ia menyebutkan bahwa GeKrafs berpeluang masuk dalam program unggulan Pemkot Semarang, yakni “Waras Ekonomi”.
“GeKrafs ini bisa masuk dalam skema Waras Ekonomi Kota Semarang yang sedang kita canangkan,” ujar Agustina.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki hubungan erat dengan perkembangan UMKM, sehingga sinergi antara pemerintah, organisasi, dan pelaku usaha menjadi keharusan.
“Kolaborasi itu harus dilakukan. Tidak bisa tidak, harus kolaborasi,” tegasnya.
Agustina juga memberikan tantangan kepada pengurus baru GeKrafs agar mampu menjadi yang terbaik di tingkat Jawa Tengah.
“Tantangannya adalah GeKrafs Kota Semarang ini harus jadi juara. Siap enggak jadi juara? Harus jadi juara,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMKM perlu melakukan transformasi agar tidak tertinggal. Pelaku usaha didorong untuk beradaptasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“UMKM tidak hanya melulu di situ saja, tapi harus masuk ke ekonomi kreatif. Harus upgrade, harus transformasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa derasnya arus produk global yang masuk ke Semarang menuntut pelaku usaha lokal untuk lebih adaptif.
“Barang-barang dari seluruh dunia sudah banyak masuk ke Kota Semarang. Maka kita harus adaptasi terhadap kebutuhan, perkembangan zaman, dan tuntutan pasar,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Semarang telah menyiapkan berbagai program pelatihan melalui lima dinas terkait, sementara promosi produk akan difasilitasi oleh Dinas Pariwisata.
“Saya kira kita siap untuk itu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC GeKrafs Kota Semarang terpilih, Abraham Jordy, menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem UMKM berbasis ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi.
“Pada dasarnya kami berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para pelaku UMKM, sehingga ekosistem antara pelaku dan pembeli bisa terintegrasi,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa program pelatihan yang disiapkan tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan dengan pendampingan intensif.
“Kami pastikan pelatihan tidak hanya sekali, tapi juga ada pendampingan lanjutan bagi pelaku UMKM,” jelasnya.
Ke depan, GeKrafs juga akan mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, hingga influencer dalam satu ekosistem.
“Semua instrumen, baik pemerintah, influencer, maupun bisnis akan menjadi satu untuk berkontribusi penuh bagi UMKM Kota Semarang,” kata Abraham.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran GeKrafs dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta meningkatkan daya saing UMKM Kota Semarang di tengah persaingan global. (tya)






