FOLSTIME.ID – Upaya pembenahan yang dilakukan di kawasan Semarang Zoo mulai dirasakan pengunjung. Namun di balik peningkatan fasilitas dan kenyamanan di dalam area, akses transportasi publik menuju lokasi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
Sejumlah wisatawan menilai, keberadaan halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang tidak lagi berfungsi di sekitar Semarang Zoo membuat perjalanan menjadi kurang praktis. Pengunjung yang mengandalkan transportasi umum harus turun di Terminal Mangkang sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata.
Mega, salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut cukup menyulitkan, terutama saat cuaca tidak bersahabat. Ia menyebut perjalanan menjadi tidak nyaman karena harus berjalan di tengah panas atau hujan.
“Kalau naik BRT, tidak bisa langsung turun di Semarang Zoo. Harus dari terminal, jadi kurang nyaman,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, mengaktifkan kembali halte di depan kawasan wisata akan menjadi solusi yang memudahkan pengunjung. Selain memberikan kenyamanan, hal itu juga dinilai dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum saat berwisata.
“Kalau ada halte di depan, pasti lebih praktis, tidak kepanasan atau kehujanan,” tambahnya.
Di sisi lain, perubahan di dalam kawasan Semarang Zoo justru mendapat respons positif. Farida, pengunjung asal Semarang, mengaku merasakan suasana yang lebih tertata dan nyaman dibandingkan sebelumnya.
Ia sengaja datang setelah masa libur Lebaran untuk menikmati suasana yang lebih tenang. Menurutnya, lingkungan kebun binatang kini terasa lebih asri, sejuk, dan cocok untuk rekreasi keluarga.
“Sekarang lebih bagus, lebih nyaman, tidak terlalu ramai. Suasananya juga lebih adem,” katanya.
Dengan lokasi yang strategis di jalur utama serta dekat pintu tol Kalikangkung, Semarang Zoo dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, pengunjung berharap pengembangan tidak hanya berfokus pada fasilitas internal, melainkan juga akses menuju lokasi.
Perbaikan integrasi transportasi publik, termasuk optimalisasi layanan BRT, dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik sekaligus kenyamanan wisatawan.
“Kalau aksesnya mudah, pasti makin banyak yang datang,” pungkasnya.







