Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti Siapkan Betonisasi Jalan Citarum, Perbaikan Rutin Tetap Jalan

FOLKSTIME.ID – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah cepat untuk menangani kerusakan di Jalan Citarum yang menjadi jalur penting menuju pusat kota dan kawasan perdagangan. Penanganan dilakukan melalui perbaikan rutin dalam jangka pendek serta rencana peningkatan struktur jalan secara permanen melalui proyek betonisasi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa laporan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Jalan Citarum diketahui kerap mengalami kerusakan di beberapa titik yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, hasil evaluasi teknis menunjukkan kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh usia aspal, tetapi juga oleh kondisi geografis ruas jalan yang memiliki elevasi relatif rendah sehingga mudah tergenang saat curah hujan tinggi.

“Berdasarkan hasil kajian teknis, posisi jalan yang lebih rendah membuat air mudah menggenang ketika hujan deras. Kondisi ini mempercepat kerusakan lapisan aspal,” ujar Agustina, Minggu (15/3).

Selain faktor genangan, lalu lintas kendaraan berat dengan muatan berlebih juga disebut menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Kendaraan yang melampaui batas dimensi dan muatan atau ODOL (Over Dimension Over Loading) memberikan tekanan berlebih pada konstruksi jalan.

“Beban kendaraan berat yang melintas dengan kapasitas melebihi ketentuan turut mempercepat kerusakan jalan, terutama pada titik-titik yang sudah rentan,” jelasnya.

Untuk memastikan jalan tetap dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat, pemerintah kota tidak menunggu proyek peningkatan jalan dimulai. Perbaikan rutin dilakukan oleh jajaran teknis di lapangan.

Pemeliharaan tersebut meliputi penambalan aspal di titik yang berlubang serta perbaikan pada bagian paving yang mengalami kerusakan. Langkah ini dilakukan secara berkala agar aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat tidak terganggu.

“Sambil menunggu proses peningkatan jalan secara menyeluruh, tim di lapangan terus melakukan pemeliharaan harian, termasuk tambal sulam dan perbaikan bagian yang rusak,” kata Agustina.

Ia menegaskan bahwa perawatan rutin menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi jalan tetap optimal hingga proyek peningkatan selesai dilaksanakan.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan program peningkatan Jalan Citarum dengan konstruksi beton atau rigid pavement.

Proyek ini direncanakan melalui tahapan lelang pada Mei 2026. Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilakukan pada Agustus 2026.

Peningkatan jalan tersebut mencakup ruas sepanjang sekitar 510 meter dengan lebar 14 meter. Area yang akan dikerjakan meliputi jalur dari simpang Jalan Dr. Cipto hingga simpang Jalan Indragiri Utara.

Menurut Agustina, penggunaan konstruksi beton dipilih karena dinilai lebih kuat menahan beban kendaraan dan memiliki usia pakai yang lebih panjang dibandingkan aspal biasa.

“Peningkatan jalan menggunakan konstruksi beton merupakan solusi jangka panjang agar kualitas jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan dan tidak cepat rusak,” tegasnya.

Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah kota juga akan memperkuat pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.

Koordinasi akan dilakukan bersama dinas terkait untuk memasang rambu batas beban kendaraan di sekitar jalan. Penataan lalu lintas ini bertujuan mencegah kendaraan dengan muatan berlebih melintasi jalur yang tidak sesuai kapasitasnya.

Penegakan aturan juga akan melibatkan aparat kepolisian guna memastikan ketentuan tersebut berjalan efektif.

“Pengaturan lalu lintas kendaraan berat menjadi kunci agar jalan yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak akibat muatan berlebih,” ujar Agustina.

Selain perbaikan struktur jalan, pemerintah kota juga menaruh perhatian pada sistem drainase di sekitar Jalan Citarum. Saluran air di sisi kanan dan kiri jalan akan dibersihkan secara berkala untuk memastikan aliran air tetap lancar.

Pembersihan sedimen dan sampah di saluran drainase diharapkan mampu mengurangi potensi genangan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

Dengan aliran air yang lebih baik, genangan saat hujan dapat diminimalkan sehingga daya tahan jalan dapat lebih terjaga.

Selama masa perawatan dan menjelang pelaksanaan proyek peningkatan jalan, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.

Pemerintah Kota Semarang memastikan proses perbaikan akan terus dikawal agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada ketika melintasi area yang sedang dalam proses pemeliharaan. Pemerintah berkomitmen mengawal perbaikan ini agar kondisi jalan kembali nyaman dan aman bagi semua pengguna,” pungkas Agustina.(tya)

Artikel Menarik Lainnya