372 Personel Polda Jateng Disiagakan Jelang May Day, Pendekatan Humanis Jadi Kunci Pengamanan Aksi Buruh

FOLKSTIME.ID — Sebanyak 372 personel dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah dilibatkan dalam latihan kesiapan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipatif untuk memastikan pengamanan May Day berjalan aman, tertib, dan kondusif di wilayah Jawa Tengah.

Latihan kesiapan tersebut dipusatkan di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kota Semarang, pada Senin (13/4), dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Ratusan personel yang dilibatkan berasal dari berbagai satuan fungsi di jajaran polres, mulai dari Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, hingga unsur Kasi Humas dan Kasi Propam.

Pendekatan Humanis Ditekankan

Dalam arahannya, seluruh personel ditekankan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi buruh. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat, khususnya saat penyampaian aspirasi, disebut harus dilakukan secara profesional dan terukur.

“Setiap tindakan harus dilakukan secara profesional sesuai eskalasi yang dihadapi serta dilayani secara humanis,” tegas Ribut.

Disebutkan pula bahwa pengamanan aksi unjuk rasa tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik semata, melainkan juga ditentukan oleh kemampuan komunikasi, negosiasi, serta pengendalian diri anggota di lapangan.

Antisipasi Isu Strategis

Dinamika situasi yang berkembang di masyarakat turut menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut. Peringatan May Day tahun ini diperkirakan akan diwarnai berbagai isu strategis, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah.

Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta untuk memahami potensi kerawanan yang dapat muncul serta melakukan langkah antisipasi secara tepat.

“Pemahaman situasi harus terus ditingkatkan agar setiap potensi gangguan dapat direspons secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Evaluasi dan Pencegahan Diperkuat

Selain penguatan kesiapan personel, evaluasi dan perbaikan kinerja juga ditekankan melalui proses asesmen. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak adanya celah kesalahan dalam pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui strategi community policing (Polmas) serta optimalisasi cooling system bersama berbagai elemen masyarakat.

“Sinergi dengan tokoh masyarakat, buruh, pelaku usaha, hingga komunitas lainnya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah,” ujarnya.

Materi Pelatihan Komprehensif

Materi pelatihan yang diberikan dirancang secara komprehensif, mencakup penegakan hukum terhadap potensi tindak pidana dalam aksi anarkis, teknik pengendalian massa, kemampuan negosiasi, manajemen media, hingga pemenuhan hak asasi manusia.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut bahwa kehadiran Polri yang humanis menjadi harapan bersama di tengah dinamika demokrasi.

“Di tengah penyampaian aspirasi sebagai bagian dari demokrasi, kehadiran Polri yang humanis sangat diharapkan,” ujarnya.

Perhatian pada Kelompok Rentan

Dalam pelatihan tersebut, perhatian khusus juga diberikan pada penanganan aksi yang melibatkan perempuan dan anak. Pembekalan ini diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap kelompok rentan dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel mampu menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan humanis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan nyaman.

“Setiap personel dipastikan mampu bertugas secara profesional dan humanis agar penyampaian aspirasi berlangsung aman,” pungkasnya.(tya)

Artikel Menarik Lainnya