Dari Penyangga ke Pusat Pertumbuhan, Aglomerasi Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Disiapkan Jadi Motor Wisata Baru

FOLKSTIME.ID – Pengembangan kawasan penyangga kini menjadi fokus utama dalam strategi besar pariwisata Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong lahirnya aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening sebagai upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata terpadu.

Gagasan ini mengemuka seiring kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke Candi Borobudur pada Minggu (19/4/2026). Dalam peninjauan tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada kemegahan candi, tetapi juga pada bagaimana kawasan di sekitarnya bisa berkembang secara terintegrasi.

Borobudur selama ini telah menjadi magnet wisata dunia, terlebih setelah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Namun, ketergantungan pada satu titik destinasi dinilai perlu diimbangi dengan penguatan wilayah penyangga agar manfaat ekonomi lebih merata.

Dalam kerangka itulah, kawasan Kopeng dan Rawa Pening diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem wisata terpadu. Kedua destinasi ini menawarkan lanskap berbeda, pegunungan dan danau, yang melengkapi daya tarik budaya Borobudur.

Pendekatan aglomerasi ini tidak hanya berbicara soal konektivitas destinasi, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru. Aktivitas wisata yang sebelumnya terpusat di Borobudur diharapkan menyebar ke wilayah lain, membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal, mulai dari sektor kuliner, homestay, hingga ekonomi kreatif.

Selain itu, ragam kegiatan yang telah hidup di Borobudur seperti perayaan Hari Raya Waisak, event olahraga Borobudur Marathon, hingga agenda seni budaya, dinilai bisa diperluas jangkauannya ke kawasan sekitar melalui konsep ini.

Pemerintah pun terus menjalin koordinasi lintas kementerian guna mematangkan konsep aglomerasi tersebut. Integrasi infrastruktur, promosi, hingga pengelolaan destinasi menjadi kunci agar kawasan ini tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga berkelanjutan.

Dengan strategi tersebut, Borobudur tidak lagi berdiri sendiri sebagai destinasi unggulan, melainkan menjadi pusat dari jaringan wisata yang saling terhubung, mengubah kawasan sekitarnya menjadi ruang pertumbuhan baru bagi pariwisata Jawa Tengah. (MS)

Artikel Menarik Lainnya