FOLKSTIME.ID – Upaya peningkatan layanan air bersih di Kota Semarang kini semakin kuat dengan hadirnya kolaborasi lintas negara melalui program WaterWorX. Kerja sama antara PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dan VEI (Dutch Water Operators) ini menjadi contoh bagaimana sinergi global dapat mendorong percepatan pembangunan sektor dasar.
Program Water Operator Partnership (WOP) tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan teknis, tetapi juga menghadirkan dukungan nyata berupa hibah dan pendampingan langsung. Skema pembiayaan yang diterapkan pun terbilang progresif, yakni berbagi beban antara PDAM dan pihak Belanda dengan komposisi masing-masing 50 persen.
Direktur PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan, menyebut bahwa implementasi program sudah dimulai di wilayah Hebon Harjo dan akan segera merambah Kecamatan Bindo. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam memperluas dampak program secara bertahap dan terukur.
Berbeda dari pendekatan konvensional, WaterWorX menempatkan kolaborasi sebagai kunci utama. Tidak hanya transfer teknologi, tetapi juga transfer pengetahuan dan sistem kerja yang lebih efisien. Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penurunan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) yang selama ini menjadi tantangan klasik perusahaan air minum.
Sejak digagas pada 2019, Semarang menjadi salah satu daerah strategis dalam implementasi program global ini. Keterlibatan PD PERPAMSI Jawa Tengah turut memperkuat jejaring antaroperator air, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat direplikasi di daerah lain.
Di tengah dinamika global, termasuk pengalaman selama pandemi COVID-19, program ini juga mendorong adaptasi digital dalam komunikasi dan koordinasi lintas negara. Hal tersebut menjadi nilai tambah dalam menjaga kesinambungan kerja sama jangka panjang.
Dengan target kerja sama hingga 2030, WaterWorX bukan sekadar proyek bantuan, melainkan investasi kolaboratif untuk masa depan layanan air bersih yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan di Kota Semarang.







