Menjaga Denyut Kehidupan, Semarang Bersiap Hadapi Kemarau dengan Harapan Baru

FOLKSTIME.IDLangit Semarang mulai berubah. Terik matahari terasa semakin panjang, sementara awan kian jarang singgah. Di tengah perubahan musim ini, kekhawatiran lama kembali menghantui sebagian warga, air yang mengalir pelan, bahkan berhenti sama sekali.

Terutama di wilayah timur kota, kemarau kerap identik dengan krisis air bersih. Namun kali ini, langkah antisipasi tak lagi sekadar wacana. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Dari balik ruang kerjanya, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan yang akrab disapa Mas Wawan menegaskan bahwa pihaknya tengah mempercepat berbagai program strategis untuk menghadapi musim kering yang diprediksi semakin ekstrem.

Salah satu langkah nyata adalah penambahan armada tangki air. Saat ini, PDAM memiliki enam unit tangki, namun jumlah tersebut dinilai belum cukup. Dua armada tambahan tengah disiapkan untuk memperkuat distribusi air, khususnya di wilayah rawan seperti Kembalang dan Mangunharjo.

Bagi warga di daerah tersebut, suara mesin mobil tangki bukan sekadar kebisingan jalanan. Ia adalah pertanda harapan bahwa di tengah keringnya musim, masih ada pasokan air yang datang menyapa.

Tak hanya menambah armada, PDAM juga memastikan bahwa layanan distribusi air atau dropping diberikan secara gratis bagi pelanggan yang terdampak kekeringan maupun gangguan aliran. Sementara bagi warga non-pelanggan, bantuan tetap diupayakan melalui kerja sama dengan BPBD, baik melalui skema CSR maupun dukungan anggaran kebencanaan.

Namun langkah PDAM tak berhenti pada solusi jangka pendek. Untuk masa depan, mereka tengah menyiapkan penguatan sistem distribusi melalui proyek besar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jeragung yang telah masuk dalam blueprint Kementerian PUPR.

Proyek ini akan mengalirkan suplai air dari kawasan Karangawen, Demak, menuju sejumlah wilayah di Semarang yang selama ini kerap mengalami masalah distribusi, seperti Penggaron dan Pucanggading.

Dari proyek tersebut, tambahan debit air diperkirakan mencapai 1.000 liter per detik. Angka yang bukan hanya statistik teknis, melainkan harapan baru bagi ribuan warga di Mangunharjo, Kembalang, Meteseh, Bukit Kencana Jaya, Jaya Metro, hingga Sendangmulyo—wilayah-wilayah yang selama ini akrab dengan keluhan air tak mengalir secara stabil.

Tak berhenti di situ, PDAM Tirta Moedal juga bersiap melangkah lebih jauh. Pada tahun 2028, perusahaan ini direncanakan mulai mengelola sistem air limbah di Kota Semarang, sebagai bagian dari peningkatan layanan dan keberlanjutan lingkungan.

Di tengah terik yang mulai mengintai, ada kerja yang terus digerakkan. Dari deru tangki air yang akan menyusuri jalan-jalan kampung, hingga jaringan pipa besar yang tengah disiapkan untuk masa depan.

Sebab bagi sebagian orang, air mungkin hanya aliran biasa. Namun bagi kota yang terus tumbuh seperti Semarang, air adalah denyut kehidupan yang tak boleh berhenti mengalir.

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Aksi tak pantas dilakukan oleh siswa pada salah satu SMA di Purwakarta, tampak beberapasiswa mengacungkan jari tengah kepada gurunya. Imbas dari perbuatan tersebut, para siswa melakukan permohonan maaf. #purwakarta #sma #jabar #siswasma #siswa

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya