Zulkifli Hasan Tinjau Pusat Riset Stem Cell Semarang: Indonesia Siap Kuasai Bioteknologi Global

FOLKSTIME.ID — Peninjauan terhadap fasilitas Stem Cell and Cancer Research Center (SCCR) di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, telah dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, pada Kamis (23/4/2026), sebagai bagian dari penguatan ekosistem bioteknologi nasional yang dinilai strategis dalam mendorong pembangunan berbasis sains dan teknologi.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian diarahkan pada integrasi sektor pendidikan, riset bioteknologi, serta hilirisasi produk inovatif yang dikembangkan secara terpadu dalam satu kawasan, termasuk keterlibatan institusi pendidikan tinggi dan unit usaha berbasis agrikultur modern.

Pengembangan pusat riset yang telah mengantongi legalitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan tersebut dinilai mencerminkan kemajuan Indonesia dalam penguasaan teknologi kesehatan dan pangan berbasis bioteknologi, sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.

“Saya kira penting sekali untuk melihat kinerja nyata yang dilakukan di sini, karena kita sedang membangun ekosistem bisnis berbasis sains dan teknologi. Kita punya kampus, pusat riset stem cell berstandar internasional, serta pengembangan sektor pertanian yang terintegrasi dengan teknologi hingga hilirisasi melalui produk dan layanan,” ujar Zulkifli Hasan.

Hilirisasi Produk Jadi Fokus Pengembangan

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pendekatan pengembangan tidak berhenti pada tahap penelitian semata, melainkan diarahkan hingga hilirisasi menjadi produk yang dapat dimanfaatkan secara luas, khususnya di sektor pangan dan kesehatan.

Pemanfaatan bioteknologi disebut mampu mempercepat proses produksi dibandingkan metode konvensional, sehingga efisiensi waktu dan peningkatan kualitas hasil dapat dicapai secara signifikan.

Dalam diskusi yang berlangsung, penguatan sektor agrikultur berbasis teknologi juga dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, mengingat besarnya potensi Indonesia sebagai negara agraris.

Teknologi Jadi Kunci Daya Saing

Intervensi teknologi ditegaskan sebagai faktor krusial dalam mendorong kemajuan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan global di bidang pangan dan kesehatan.

“Setelah melihat langsung, ternyata kita tidak kalah dengan negara mana pun. Laboratoriumnya sangat maju dan inovatif. Kalau ini diseriusi dan didukung, hasilnya bisa luar biasa. Yang paling penting adalah ekosistem dan dukungan pemerintah kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan mempersulit,” tegasnya.

Fenomena masyarakat yang masih mencari layanan stem cell ke luar negeri juga disoroti, meskipun fasilitas serupa dengan biaya lebih terjangkau telah tersedia di dalam negeri.

Integrasi Riset dan Agrikultur Modern

Selain sektor kesehatan, perhatian turut diarahkan pada pengembangan unit usaha pertanian modern berbasis bioteknologi, termasuk produksi pangan fungsional seperti telur organik, madu herbal, dan tanaman kelor dengan kandungan antioksidan tinggi.

Pengembangan tersebut dinilai sebagai contoh konkret penerjemahan hasil riset menjadi solusi nyata yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Founder dan Commissioner SSCR, Agung Putra, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku inovasi.

“Kunjungan ini sangat berarti karena beliau melihat langsung bagaimana ekosistem yang kami bangun mengintegrasikan pendidikan, riset stem cell berstandar internasional, serta hilirisasi produk berbasis sains,” ungkapnya.

Optimisme terhadap kemampuan Indonesia dalam menguasai teknologi tinggi juga disampaikan, seiring dengan dorongan kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan yang kondusif guna mempercepat terwujudnya kemandirian nasional di bidang strategis.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Aksi sederhana penuh makna ditunjukkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Saat berkunjung di Magelang, ia melihat mobil merah milik warga yang mogok, tanpa pikir panjang dirinya turun langsung membantu mendorong mobil yang mengalami kendala di jalan tersebut. Alhasil, setelah beberapa saat mobil itu berhasil hidup usai di dorong bersama-sama. #magelang #ahmadluthfi #jateng #mobil #mogok

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya