Wartawan Solo-Semarang Takjub! Fasilitas Latihan NPC Indonesia di Delingan Berstandar Internasional

FOLKSTIME.ID — Hubungan antara insan pers dan dunia olahraga disegarkan melalui sebuah kegiatan unik yang digelar di kawasan Delingan, Kabupaten Karanganyar. Dalam agenda bertajuk sepak bola silaturahmi wartawan SoloSemarang, puluhan jurnalis dibuat terpukau oleh kemegahan fasilitas latihan milik National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga biasa. Lebih dari itu, momentum kebersamaan telah dibangun dan diperkuat melalui pertandingan sepak bola yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sportivitas.


Fasilitas PPPI Delingan Berstandar Internasional Jadi Sorotan

Kekaguman langsung dirasakan begitu kawasan PPPI Delingan dimasuki. Kompleks seluas 8 hektar tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga modern yang dirancang dengan standar internasional. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah lapangan sepak bola yang digunakan untuk latihan tim cerebral palsy (CP) Indonesia.

Lapangan tersebut telah dibangun dengan standar FIFA Training, di mana kualitas rumput, sistem drainase, hingga teknologi penyiraman telah disesuaikan dengan kebutuhan atlet profesional. Selain itu, lintasan atletik yang mengelilingi lapangan juga telah disiapkan dengan standar internasional.

Keunggulan fasilitas ini dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan prestasi atlet paralimpiade Indonesia. Tidak heran jika rasa kagum pun diungkapkan oleh para wartawan yang berkesempatan menjajal langsung lapangan tersebut.


Pertandingan Trofeo Jadi Ajang Silaturahmi Wartawan dan NPC Indonesia

Pertandingan sepak bola digelar dengan format trofeo yang melibatkan tiga tim, yakni Wartawan Surakarta, Jurnalis FC Semarang, dan NPC Indonesia FC. Suasana kompetitif namun santai berhasil diciptakan sepanjang laga berlangsung.

Pada pertandingan pertama, tim Wartawan Surakarta berhasil mengungguli NPC Indonesia FC dengan skor tipis 3-2. Meski diperkuat pelatih dan ofisial berpengalaman, tim tuan rumah harus mengakui keunggulan lawan.

Laga kedua berlangsung tak kalah seru. NPC Indonesia FC dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Jurnalis FC Semarang. Sementara itu, pertandingan terakhir antara Wartawan Surakarta dan Jurnalis FC Semarang berakhir tanpa gol.

Seluruh pertandingan telah dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sebagai simbol kebersamaan.


NPC Indonesia: Sepak Bola Jadi Jembatan Silaturahmi

Kegiatan ini disambut positif oleh jajaran pengurus NPC Indonesia. Silaturahmi melalui olahraga dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan dengan media.

Perwakilan pengurus NPC Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta.

“Pertandingannya sangat seru. Walaupun cuacanya cukup panas, namun semuanya tetap bersemangat untuk bermain dengan maksimal dan sportif. Semoga melalui kegiatan olahraga bersama ini hubungan antara NPC Indonesia dengan teman-teman wartawan yang selama ini sudah terjalin dengan baik menjadi semakin baik,” ujar Islahuzzaman.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara media dan lembaga olahraga sangat dibutuhkan untuk mendukung kemajuan atlet nasional.


Wartawan Solo dan Semarang Kagumi Kualitas Lapangan

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para jurnalis yang hadir. Fasilitas PPPI Delingan dinilai memiliki kualitas yang tidak kalah dengan stadion besar di Indonesia.

Koordinator tim Wartawan Surakarta, Agil Trisetiawan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang telah diberikan.

“Lapangannya sangat bagus. Rumputnya mirip dengan lapangan di Stadion Manahan. Fasilitas lainnya juga keren seperti kolam renang indoor. Terima kasih kepada NPC Indonesia yang telah mengizinkan kami bersama teman-teman dari Semarang untuk bermain sepak bola di sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa fasilitas tersebut akan memberikan dampak besar bagi perkembangan atlet.

“Kami yakin dengan fasilitas luar biasa di Delingan ini para atlet di bawah naungan NPC Indonesia bisa semakin termotivasi untuk meraih prestasi. Termasuk tim sepak bola CP Indonesia yang akan mengikuti Piala Dunia di Amerika Serikat tahun ini,” imbuhnya.


Perjalanan Jauh Terbayar Kualitas Fasilitas

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Jurnalis FC Semarang, Mushonifin. Perjalanan panjang dari Semarang dinilai sebanding dengan pengalaman yang didapatkan.

“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah diajak untuk bermain sepak bola di lapangan yang bagus ini. Kami sangat senang jika kedepannya tim NPC Indonesia atau teman-teman wartawan di Solo bisa gantian bermain di Semarang,” ucap Mushonifin.

Harapan untuk kegiatan serupa di masa mendatang pun telah disampaikan, sebagai bentuk keberlanjutan sinergi antara media dan dunia olahraga.


Potensi PPPI Delingan Dorong Prestasi Paralimpiade Indonesia

Dengan fasilitas yang telah disiapkan secara maksimal, PPPI Delingan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan atlet paralimpiade Indonesia. Dukungan infrastruktur yang memadai diyakini akan meningkatkan kualitas latihan dan daya saing atlet di kancah internasional.

Ajang seperti ini juga dinilai efektif dalam memperkenalkan fasilitas olahraga nasional kepada publik, khususnya melalui peran media. Dengan demikian, eksistensi NPC Indonesia dapat semakin dikenal luas.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Peringatan Hari Tari Dunia 2026 Semarang mulai disemarakkan lebih awal melalui sebuah pergelaran maraton tari selama 24 jam yang digelar di halaman Hotel Front One HK Resort. Acara tersebut telah dimulai sejak Jumat sore dan akan berlangsung hingga Sabtu sore, menghadirkan atmosfer seni yang terus hidup tanpa jeda. Momentum ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang perayaan, tetapi juga dijadikan ruang ekspresi yang semakin luas bagi para pelaku seni tari. Sebuah peningkatan signifikan telah ditunjukkan pada tahun ini, di mana durasi pertunjukan diperpanjang menjadi 24 jam penuh setelah sebelumnya hanya berlangsung selama 12 jam. Dalam pergelaran tersebut, sedikitnya 320 penari telah dijadwalkan untuk tampil melalui 84 penampilan yang berasal dari 17 sanggar serta sejumlah perwakilan kampus. Ragam pertunjukan telah disuguhkan, mulai dari tari tunggal hingga kolaborasi lintas daerah yang memperkaya nuansa artistik sepanjang acara. Partisipasi yang luas ini menunjukkan bahwa ruang kolaborasi telah semakin terbuka. Penari dari berbagai wilayah seperti Semarang, Yogyakarta, Kediri, hingga daerah lain di Indonesia telah dilibatkan. Bahkan, sentuhan internasional turut dihadirkan melalui keikutsertaan penari mancanegara. Ketua panitia, Mochamad Fajri Fadhilah, menegaskan bahwa kegiatan ini telah dirancang sebagai ruang inklusif yang mampu menampung ekspresi para penari secara berkelanjutan. “Pada tahun 2026 ini, kegiatan menari dilaksanakan selama 24 jam, dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB di hari berikutnya, yang sebelumnya hanya berlangsung 12 jam. Ini menjadi upaya untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para penari agar bisa terus berkarya dan berekspresi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026). selengkapnya.. https://folkstime.id/semarang-gelar-maraton-tari-24-jam-jelang-hari-tari-dunia-2026-ratusan-penari-dari-dalam-hingga-luar-negeri-tampil-nonstop/ #haritaridunia #tari #tariindonesia #semarang #seni

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya