5 Jam Melawan Api di Pasar Kanjengan, Damkar Terkendala Air dan Teralis Terkunci

FOLKSTIME.ID — Kebakaran hebat di Pasar Kanjengan, kawasan Johar, Kota Semarang, berhasil dipadamkan setelah lima jam penanganan intensif oleh petugas pemadam kebakaran pada Rabu malam (29/4/2026) hingga Kamis dini hari.

Peristiwa kebakaran Pasar Kanjengan tersebut dilaporkan bermula sekitar pukul 22.45 WIB dari Blok C, tepatnya di area penumpukan barang rongsokan. Api dengan cepat membesar dan merambat ke kios-kios di sekitarnya akibat kondisi bangunan yang tertutup serta banyak akses yang terkunci.

Dalam penanganan kebakaran Pasar Kanjengan, sejumlah kendala krusial dihadapi petugas, mulai dari terbatasnya akses masuk hingga minimnya pasokan air pada fase awal pemadaman, sehingga api sempat sulit dikendalikan.

“Petugas menghadapi kendala serius saat proses pemadaman, terutama karena akses ke dalam kios banyak yang terkunci dan dilengkapi teralis, serta keterbatasan sumber air pada awal kejadian. Ini membuat api cepat membesar sebelum bisa dikendalikan,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Rianung, Kamis (30/4/2026).

Api Cepat Membesar dari Titik Awal

Dijelaskan bahwa sumber api pertama kali diketahui oleh seorang pengendara yang melintas dan kemudian diinformasikan kepada petugas jaga malam. Upaya pemadaman awal sempat dilakukan secara manual oleh petugas jaga bersama pedagang dengan memutus aliran listrik guna mencegah risiko korsleting.

Namun demikian, api tetap menjalar cepat dalam hitungan menit. Kondisi kios yang tertutup rapat serta dilengkapi teralis besi disebut memperlambat upaya penyelamatan barang maupun isolasi titik api.

Laporan resmi kemudian diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang pada pukul 22.55 WIB. Armada pemadam dilaporkan tiba di lokasi lima menit setelah laporan diterima dan langsung melakukan upaya pemadaman serta penyekatan area terdampak.

Puluhan Personel Diterjunkan

Sebanyak 65 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut, termasuk bantuan dari wilayah sekitar. Sedikitnya 10 unit armada diturunkan dengan dukungan peralatan pemadaman seperti selang bertekanan tinggi dan pompa portabel.

Sumber air diperoleh dari berbagai titik, di antaranya tangki PDAM, hydrant kawasan Kota Lama, hingga suplai dari BPBD provinsi. Meski demikian, pada fase awal pemadaman, ketersediaan air dinilai belum mencukupi untuk mengimbangi laju penyebaran api.

“Kecepatan respons petugas yang tiba dalam waktu lima menit sangat membantu mencegah api meluas ke blok lain,” kata Rianung.

Api Padam Pukul 04.00 WIB

Api dilaporkan mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB dan dinyatakan padam total pada pukul 04.00 WIB. Total durasi pemadaman mencapai kurang lebih lima jam.

Luas area terdampak tercatat sekitar 2.500 meter persegi, dengan bagian yang terbakar mencapai 30 x 36 meter. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.

Sejumlah aset pedagang disebut berhasil diselamatkan dengan nilai mencapai sekitar Rp5 miliar, termasuk emas dan brankas yang berada di dalam kios.

Evaluasi Sistem Keamanan Pasar

Peristiwa kebakaran Pasar Kanjengan ini kembali menyoroti persoalan klasik pada pasar tradisional, khususnya terkait sistem keamanan dan kesiapsiagaan darurat.

Kondisi instalasi listrik, keterbatasan akses darurat, hingga minimnya sumber air dinilai menjadi faktor yang memperbesar risiko kebakaran. Tanpa pembenahan menyeluruh, potensi kejadian serupa dinilai masih akan mengancam kawasan perdagangan padat seperti Pasar Johar.

“Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pasar agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Rianung. (mus)

@folkstime.id

Folkstime.id – Usai tragedi kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi mengusulkan gerbong wanita dipindah bagian tengah, untuk gerong Pria berada di ujung depan dan belakang. bagaimana menurut kalian? #kecelakaankereta #keretapi #kai #menterippa #arifatulchoirifauzi

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya