Kebakaran Hebat Metro Sport Center Semarang, Api Dilawan 47 Personel Damkar Selama Dua Jam

FOLKSTIME.ID – Kebakaran hebat melanda Metro Sport Center di kawasan Peterongan, Kota Semarang, Senin (4/5/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu sempat membuat panik warga setelah api dengan cepat membesar dan menjalar ke sejumlah ruangan di dalam gedung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Semarang, Sih Rianung, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga melalui hotline darurat.

“Laporan kami terima pukul 19.00 WIB, dan dalam waktu sekitar lima menit petugas sudah tiba di lokasi. Ini bagian dari komitmen kami menjaga respons cepat dalam setiap kejadian darurat,” ujarnya.

Kebakaran diduga bermula dari area pojok lantai 1, tepatnya di sekitar aula gereja dalam kompleks Metro Sport Center. Informasi awal diterima oleh pengelola gedung, Cindrawan, dari pengendara yang melintas. Saat dicek, api sudah mulai membesar dan kemudian merambat ke lantai dua.

Situasi sempat semakin genting setelah adanya laporan bahwa sejumlah orang terjebak di lantai tiga. Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan dua langkah sekaligus, yakni pemadaman dan penyelamatan korban.

Sebanyak 47 personel diterjunkan dengan dukungan berbagai armada dan peralatan, mulai dari selang bertekanan tinggi, pompa, hingga alat bantu pernapasan (SCBA). Sumber air diperoleh dari tangki PDAM, bantuan Disperkim, serta kolam renang di lokasi.

“Kami fokus pada penyekatan agar api tidak meluas sekaligus mengevakuasi korban yang terjebak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelas Sih Rianung.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WIB dan dinyatakan padam total satu jam kemudian, setelah proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Total waktu penanganan mencapai kurang lebih dua jam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka dan gangguan pernapasan akibat asap. Para korban terdiri dari penghuni mess di lantai tiga serta beberapa orang yang berada di lokasi saat kejadian.

Dari sisi kerugian, kebakaran ini menyebabkan kerusakan cukup besar. Diperkirakan sekitar 1.500 meter persegi area bangunan terdampak dari total luas 3.300 meter persegi. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp5 miliar.

Sih Rianung juga menyoroti kendala di lapangan, salah satunya kerumunan warga yang sempat menghambat proses penanganan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun saat terjadi kebakaran karena dapat mengganggu akses petugas dan membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun Disdamkar memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengedukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.

Artikel Menarik Lainnya