• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Di Tengah Isu Pesantren dan Polarisasi Sosial, Forum SEMAR Hadirkan Ruang Dialog Lintas Perbedaan

Muso by Muso
9 Juni 2026
in News
2
Di Tengah Isu Pesantren dan Polarisasi Sosial, Forum SEMAR Hadirkan Ruang Dialog Lintas Perbedaan
Di Tengah Isu Pesantren dan Polarisasi Sosial, Forum SEMAR Hadirkan Ruang Dialog Lintas Perbedaan

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (0, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Di saat berbagai persoalan sosial terus menjadi sorotan publik, mulai dari kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan hingga menguatnya gesekan akibat perbedaan pandangan di masyarakat, Forum SEMAR (Senin Malam di Serambi) hadir sebagai ruang dialog yang mempertemukan beragam elemen masyarakat di Kota Semarang, Senin malam (8/6/2026).

Kegiatan yang digagas Santri Ndalan (Sandal) Nusantara tersebut kembali digelar untuk ketiga kalinya dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang agama, budaya, profesi, dan komunitas.

Forum ini menjadi ajang diskusi terbuka yang menekankan pentingnya persaudaraan, toleransi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Santri Ndalan, Muchammad Nur Huda, mengatakan keberadaan SEMAR berangkat dari kebutuhan menghadirkan ruang perjumpaan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Menurutnya, perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh atau bermusuhan. Justru, melalui dialog yang sehat, masyarakat dapat membangun hubungan yang lebih erat.

“SEMAR ini bertujuan menyatukan perbedaan. Dari yang tidak saling mengenal menjadi mengenal, dari yang jauh menjadi dekat, dan dari yang sebelumnya memiliki jarak bisa menjadi sahabat,” ujarnya.

Gus Huda menegaskan bahwa semangat tersebut juga menjadi fondasi Santri Ndalan Nusantara.

Komunitas yang ia asuh tidak membatasi keanggotaan berdasarkan agama maupun status sosial. Siapa pun yang memiliki keinginan untuk belajar dan memperbaiki diri diberi ruang untuk bergabung.

Ia menilai semangat keterbukaan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar kehidupan berbangsa di Indonesia.

“Kita hidup dalam bangsa yang memiliki banyak perbedaan, baik budaya, agama, maupun tradisi. Karena itu, Pancasila harus menjadi pedoman perilaku masyarakat agar keberagaman tidak berubah menjadi konflik,” katanya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Gus Huda juga menyinggung fenomena kekerasan seksual yang belakangan menyeret sejumlah oknum pengelola pesantren.

Ia menyebut kasus-kasus tersebut sebagai peristiwa yang sangat memprihatinkan karena mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar publik tidak serta-merta menggeneralisasi seluruh pesantren.

Menurutnya, masih banyak pesantren yang menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan moral sesuai ajaran agama.

“Tidak semua pesantren seperti yang diberitakan. Banyak pesantren yang tetap istiqamah mengajarkan ilmu agama dan akhlak dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk pencegahan, Gus Huda mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap lembaga pesantren.

Menurutnya, keberadaan regulasi seperti Perda Pesantren harus diikuti dengan pengawasan yang aktif demi memastikan lingkungan pendidikan yang aman bagi para santri.

Bahkan, ia menyatakan pesantren yang terbukti melakukan praktik kekerasan seksual seharusnya mendapatkan tindakan tegas.

“Kalau memang terbukti melakukan tindakan seperti itu, lebih baik dibubarkan agar tidak menimbulkan korban-korban berikutnya,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan para orang tua agar lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka.

Menurutnya, kualitas guru, kejelasan keilmuan, dan integritas pengasuh harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan menitipkan anak ke pesantren.

Melalui forum SEMAR, berbagai isu yang berkembang di masyarakat tidak hanya dibahas sebagai persoalan yang harus dikritisi, tetapi juga dicari jalan keluarnya melalui dialog dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Bagi Gus Huda, ruang pertemuan semacam ini menjadi penting untuk menjaga persatuan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Kalau nilai-nilai Pancasila benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, maka masyarakat akan lebih mudah menerima perbedaan dan terhindar dari berbagai bentuk kekacauan sosial,” pungkasnya.

Tags: DialogPerbedaanPonrok PesantrenSemar
Muso

Muso

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya