Bandara Ahmad Yani Semarang Perkuat Rehabilitasi Pesisir, 7.000 Mangrove di Mangunharjo Dipantau

FOLKSTIME.ID – Program rehabilitasi pesisir melalui monitoring 7.000 bibit mangrove dan aksi bersih pantai kembali dilaksanakan oleh Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang di kawasan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia 2026.

Kegiatan pelestarian lingkungan pesisir tersebut diikuti oleh manajemen dan pegawai bandara bersama masyarakat setempat, serta didukung perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Aksi bersih pantai dilakukan untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang tersebar di kawasan pesisir guna mengurangi pencemaran yang berpotensi mengganggu ekosistem laut dan pantai.

Selain pembersihan kawasan pesisir, pemantauan terhadap pertumbuhan mangrove yang telah ditanam sebelumnya juga dilakukan sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan program rehabilitasi lingkungan di wilayah pesisir Kota Semarang.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

“Kegiatan ini melibatkan manajemen dan pegawai Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, masyarakat setempat, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Diawali dengan aksi bersih pantai untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang tersebar di kawasan pesisir sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat mengancam kelestarian ekosistem pantai dan laut,” ujar Sulistyo.

Monitoring 7.000 Bibit Mangrove

Dalam kegiatan tersebut, kondisi kawasan mangrove yang sebelumnya telah mendapatkan program penanaman juga dipantau untuk memastikan tingkat pertumbuhan tanaman tetap terjaga.

Menurut Sulistyo, monitoring dilakukan terhadap 7.000 bibit mangrove yang telah ditanam oleh Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tahun 2025 di kawasan Mangunharjo.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kita kembali melihat perkembangan 7.000 bibit mangrove yang telah ditanam oleh Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tahun 2025 di kawasan mangrove Mangunharjo,” katanya.

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan sebagai langkah berkelanjutan untuk memastikan program rehabilitasi pesisir berjalan sesuai target dan memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.

“Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keberhasilan program rehabilitasi pesisir sekaligus mendukung fungsi mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon, serta habitat berbagai jenis biota,” ujarnya.

Dukungan Perawatan Mangrove

Tidak hanya melakukan monitoring, dukungan terhadap keberlangsungan program juga diberikan melalui penyaluran bantuan biaya perawatan mangrove kepada petani setempat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu menjaga tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Sulistyo.

Hadapi Abrasi dan Perubahan Iklim

Kawasan Mangunharjo dipilih karena memiliki peran strategis sebagai wilayah pesisir yang menghadapi tantangan abrasi serta perubahan lingkungan yang terus berlangsung.

Keberadaan hutan mangrove dinilai menjadi solusi alami yang efektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi.

Sulistyo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bergandengan tangan dalam upaya pelestarian lingkungan. Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini menjadi jejak kebaikan yang besar bagi alam dan generasi yang akan datang,” tuturnya.(tya)

https://www.tiktok.com/@folkstime.id/video/7652773997972655367?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7611197304729830920

Artikel Menarik Lainnya