FOLKSTIME.ID – Penataan drainase Simpang Lima Semarang dipercepat oleh Pemerintah Kota Semarang guna menekan potensi genangan air saat musim hujan, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota.
Langkah penguatan sistem drainase tersebut saat ini difokuskan pada peningkatan kapasitas saluran air di kawasan Simpang Lima yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat dengan intensitas tinggi.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, sejumlah pekerjaan teknis telah dijalankan, mulai dari normalisasi saluran hingga penambahan jaringan pembuangan air yang terhubung dengan sistem drainase di kawasan Lapangan Pancasila.
“Kami ingin warga tetap nyaman beraktivitas, pedagang tetap bisa menjalankan usahanya, dan masyarakat dapat menikmati Simpang Lima kapan pun tanpa khawatir terganggu genangan saat hujan. Karena itu, penataan drainase terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kota yang semakin nyaman dan tangguh menghadapi perubahan cuaca,” kata Agustina Wilujeng Pramestuti, Kamis (18/6).
Normalisasi Saluran Air Digenjot
Upaya peningkatan kapasitas drainase Simpang Lima dilakukan melalui pembersihan saluran gendong yang mengelilingi kawasan tersebut. Sedimentasi, sampah, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air saat hujan deras mulai dibersihkan secara bertahap.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa normalisasi saluran dilakukan agar debit air hujan dapat dialirkan lebih cepat menuju saluran utama sehingga tidak terjadi penumpukan di kawasan pusat kota.
Menurutnya, peningkatan fungsi drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Simpang Lima, baik untuk bekerja, berolahraga maupun berwisata.
Pipa Buang Baru Ditambahkan
Selain normalisasi saluran, penambahan pipa buang juga dilakukan untuk menghubungkan saluran gendong dengan saluran yang berada di lingkar dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Dengan adanya tambahan pipa tersebut, aliran air hujan diharapkan dapat dipercepat menuju saluran pembuangan sehingga risiko genangan dapat ditekan ketika curah hujan meningkat.
Langkah teknis tersebut disebut sebagai kelanjutan dari berbagai program pengendalian genangan yang selama beberapa tahun terakhir telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Semarang di sejumlah kawasan rawan.
“Kami ingin warga tetap nyaman beraktivitas, pedagang tetap bisa menjalankan usahanya, dan masyarakat dapat menikmati Simpang Lima kapan pun tanpa khawatir terganggu genangan saat hujan,” tegas Agustina.
Simpang Lima Jadi Prioritas Infrastruktur Kota
Agustina menilai Simpang Lima merupakan salah satu wajah Kota Semarang sekaligus pusat aktivitas masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung roda perekonomian daerah.
Oleh sebab itu, kualitas infrastruktur kawasan tersebut dinilai harus terus ditingkatkan agar mampu menunjang mobilitas warga dan memberikan kenyamanan bagi pelaku usaha maupun pengunjung.
“Simpang Lima merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus wajah Kota Semarang. Karena itu kualitas infrastrukturnya harus terus dijaga agar mampu mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi kota,” ujar Agustina.
Keberadaan sistem drainase yang berfungsi optimal juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran aktivitas perdagangan, jasa, dan sektor pariwisata yang banyak berkembang di kawasan tersebut.
Pemeliharaan Rutin Akan Dilakukan
Pemantauan dan pemeliharaan sistem drainase di berbagai titik rawan genangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari program berkelanjutan Pemerintah Kota Semarang.
Langkah tersebut disiapkan untuk memastikan kapasitas saluran tetap terjaga dan mampu berfungsi maksimal ketika intensitas hujan meningkat pada musim penghujan mendatang.
“Penataan drainase terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kota yang semakin nyaman dan tangguh menghadapi perubahan cuaca,” kata Agustina.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah ke drainase maupun sungai.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian genangan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Melalui penguatan infrastruktur drainase Simpang Lima Semarang dan keterlibatan warga, Pemerintah Kota Semarang optimistis kawasan pusat kota tersebut akan semakin siap menghadapi musim hujan sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat berjalan tanpa hambatan akibat genangan air.(tya)







