Secangkir Kopi dan Pesan Keselamatan dari Polda Di Bawah Pohon Rindang

Folkstime.id – Di bawah rindangnya pohon rundang di Rest Area KM 275 Tol Pejagan–Pemalang, Desa Penarukan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Kamis (12/2/2026), sekelompok sopir truk duduk melingkar.

Ada yang menyeruput kopi, ada pula yang meregangkan kaki setelah berjam-jam menggenggam kemudi. Wajah-wajah letih itu perlahan berubah hangat ketika beberapa polisi berseragam menghampiri mereka, bukan dengan peluit atau buku tilang, melainkan dengan senyum dan sapaan akrab.

Momen sederhana namun bermakna itu menjadi bagian dari kegiatan Polantas Menyapa yang digelar Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Tengah dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026.

Dipimpin Ipda Faisal Hendra Novenda, para personel memilih cara yang berbeda: duduk lesehan, berbincang santai, bahkan makan siang bersama para pengemudi angkutan barang.

Tak ada jarak, tak ada ketegangan. Di bawah naungan pepohonan, obrolan ringan mengalir tentang perjalanan panjang, tentang rindu keluarga, hingga tentang lelah yang tak jarang dipaksakan.

Di sela-sela keakraban itu, pesan keselamatan disampaikan perlahan tanpa menggurui, tanpa nada mengancam.

“Kehadiran kami melalui kegiatan Polantas Menyapa ini untuk memastikan bapak-bapak semua selamat sampai tujuan. Tolong, jangan memaksakan diri jika mata sudah mengantuk atau badan terasa lelah. Manfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat,” ujar Ipda Faisal, sembari menyodorkan makanan kepada salah seorang sopir.

Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan secara berkala serta bahaya membawa muatan berlebih.

Menurutnya, banyak kecelakaan di jalan tol berawal dari kendaraan yang tidak prima dan kehilangan kendali akibat over loading.

Kehangatan itu dirasakan langsung oleh Mahmudin (45), sopir truk yang sedang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Semarang. Lelah masih tergambar di wajahnya, namun senyumnya merekah.

“Saya berhenti karena sudah sangat lelah dari Jakarta. Tidak menyangka ada polisi yang mendatangi, memberi imbauan dengan sopan, bahkan mau berbagi makan siang. Cara seperti ini membuat kami merasa diperhatikan dan tidak takut bertanya soal aturan,” tuturnya.

Bagi para sopir, jalan tol adalah ruang kerja yang penuh risiko. Setiap kilometer yang dilalui menyimpan kemungkinan bahaya. Karena itu, kehadiran polisi yang memilih mendekat dengan cara manusiawi terasa seperti oase di tengah rutinitas yang keras.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menilai pendekatan tersebut sebagai wujud wajah baru Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, Polantas Menyapa mampu menghilangkan sekat antara petugas dan para pengemudi angkutan barang yang memiliki risiko tinggi di jalan.

“Kegiatan seperti ini membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima. Kami ingin semua pengguna jalan memahami bahwa kelelahan dan kondisi kendaraan yang tidak prima adalah ancaman serius,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar para pengendara tidak memaksakan diri untuk terus melaju jika tubuh sudah tak sanggup. Di balik setiap setir, ada keluarga yang menunggu di rumah.

Di bawah pohon rundang itu, secangkir kopi dan sepiring makan siang menjadi jembatan antara polisi dan para pejuang jalan raya. Sebuah pengingat sederhana bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan kepedulian yang tumbuh dari hati ke hati.

Artikel Menarik Lainnya