22 Lansia Semarang Diwisuda, SALSA Wujudkan Pendidikan Sepanjang Hayat

Sebanyak 22 lansia Kota Semarang resmi diwisuda dalam Wisuda Perdana Sekolah Lansia Salimah (SALSA).

FOLKSTIME.IDPemkot Semarang menyatakan Sekolah Lansia Salimah (SALSA) menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan sepanjang hayat bagi warga lanjut usia setelah 22 peserta Angkatan I resmi diwisuda usai menuntaskan pembelajaran selama satu tahun di Kota Semarang. Program pendidikan nonformal tersebut dinilai mampu mendorong lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.

Wisuda Sekolah Lansia Salimah (SALSA) Angkatan I digelar di Aula Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (19/7/2026). Sebanyak 22 wisudawati dari Kecamatan Tembalang dan Banyumanik dinyatakan lulus setelah mengikuti materi pembelajaran yang mencakup keagamaan, kesehatan, psikologi, keterampilan sosial, pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan teknologi, hingga senam ramah lansia.

Program Sekolah Lansia Salimah dinilai selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memperluas akses pendidikan inklusif dan meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia melalui pembelajaran berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Moh. Agus Junaidi mengatakan Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Sekolah Lansia Salimah yang dinilai menghadirkan ruang belajar sekaligus pemberdayaan bagi masyarakat lanjut usia.

“Program seperti Sekolah Lansia Salimah sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif,” ujar Agus Junaidi saat mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam acara wisuda tersebut.

Menurut Agus, pendidikan bagi lansia tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial antarpeserta sehingga mereka tetap memiliki ruang untuk bersilaturahmi, saling mendukung, dan terhindar dari rasa kesepian.

“Selain menambah pengetahuan, program ini juga menjadi ruang silaturahmi agar para lansia tetap aktif berinteraksi, saling mendukung, dan terhindar dari kesepian,” katanya.

Ia menegaskan Dinas Sosial Kota Semarang membuka peluang kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat untuk memperkuat program pemberdayaan sosial, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Melalui kolaborasi pemerintah dan ormas, diharapkan semakin banyak lansia mendapat kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hidup,” ucapnya.

Wisuda perdana tersebut menjadi tonggak penting sejak Sekolah Lansia Salimah Kota Semarang diresmikan pada 2025. Keberhasilan meluluskan angkatan pertama dinilai mempertegas komitmen Persaudaraan Muslimah (Salimah) dalam memperluas akses pendidikan sepanjang hayat bagi kelompok lanjut usia.

Ketua PD Salimah Kota Semarang Farida mengatakan prosesi wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas semangat belajar para lansia yang terus tumbuh meski telah memasuki usia lanjut.

“Belajar tidak mengenal batas usia. Kami berharap para lulusan SALSA tetap menjadi pribadi yang aktif, sehat, mandiri, dan terus memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” kata Farida.

Dukungan juga disampaikan Pengurus Wilayah Salimah Jawa Tengah yang berharap seluruh lulusan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

“Semoga seluruh wisudawati Sekolah Lansia Salimah senantiasa hidup bahagia, sehat, dan mandiri, sebagaimana semangat dan jargon SALSA,” ujar perwakilan PW Salimah Jawa Tengah, Arie Setiawati.

Prosesi wisuda dilaksanakan layaknya wisuda perguruan tinggi, diawali dengan kirab peserta mengenakan toga, penyematan samir, pemindahan tali toga, penyerahan piagam penghargaan, hingga sesi foto bersama. Suasana haru terlihat saat keluarga memberikan apresiasi kepada para wisudawati.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan kelompok SALSA Tembalang dan Banyumanik yang menampilkan berbagai pertunjukan. Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa usia lanjut tidak menjadi hambatan untuk terus belajar, berkarya, dan tampil percaya diri.

Secara nasional, program Sekolah Lansia Salimah telah diikuti lebih dari 10.000 peserta yang tersebar di 37 provinsi serta 406 kabupaten dan kota di Indonesia. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi PD Salimah Kota Semarang untuk memperluas jangkauan program agar semakin banyak lansia memperoleh akses pendidikan sepanjang hayat sekaligus mewujudkan lansia yang bahagia, sehat, dan mandiri.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Tiga narapidana kasus terorisme di Lapas Kelas I Semarang resmi kembali ke pangkuan NKRI. Somdani, Saryanto, dan Mulyanto yang sebelumnya terlibat jaringan Jemaah Islamiyah (JI) mengucapkan ikrar setia kepada NKRI dan mencium Bendera Merah Putih dalam prosesi di Lapas Semarang, Jumat (17/7/2026). Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah menyebut keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pembinaan bersama Lapas Semarang, Densus 88, TNI, Polri, Kementerian Agama, dan BNPT. Pendampingan akan terus dilakukan hingga mereka bebas agar tetap konsisten menjauhi paham radikal. Salah satu napi, Somdani, mengaku pembinaan yang diterimanya telah mengubah cara pandangnya. Setelah bebas nanti, ia berencana membuka usaha peternakan bersama keluarga sebagai awal kehidupan baru. #semarang #lapassemarang #nkri #deradikalisasi #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *