
Tiga kecelakaan dalam dua pekan terjadi di kawasan Pasar Mangkang, Semarang, dengan dua korban meninggal dunia.
FOLKSTIME.ID – Rawannya kecelakaan di Pasar Mangkang, Kota Semarang, akan direspons dengan rencana pemasangan pita kejut oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang sebagai upaya menekan laju kendaraan di jalur Pantura yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Langkah tersebut disiapkan setelah serangkaian kecelakaan lalu lintas di kawasan Pasar Mangkang dalam dua pekan terakhir mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka-luka usai tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan. Kawasan pasar yang berada di Jalan Pantura dinilai memiliki tingkat risiko tinggi karena dilintasi kendaraan dengan kecepatan tinggi dari dua arah.
Pendataan terhadap sejumlah titik rawan kecelakaan kini sedang dilakukan Dishub Kota Semarang agar pemasangan pita kejut dapat diprioritaskan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Selain kawasan pasar, lingkungan sekolah yang berada di jalur Pantura juga masuk dalam daftar prioritas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan pemasangan pita kejut telah direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. “Kita ada rencana memasang pita kejut, kami sedang melakukan pendataan titik mana yang rawan, sehingga ketika diimplementasikan bisa berjalan maksimal,” katanya.
Menurut Mulyadi, Pasar Mangkang bersama SD Tugurejo 03 merupakan lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi karena berada di ruas Jalan Pantura dengan arus kendaraan yang padat. “Prioritas kami adalah titik rawan kecelakaan seperti pasar dan sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) masih akan dikaji bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY. “Kalau untuk JPO kita melihat kebutuhan dan kultur jalan, nanti jika memang dibutuhkan, akan kita koordinasikan dengan BBPJN,” jelasnya.
Selain pemasangan pita kejut, penambahan fasilitas penerangan jalan pada sejumlah titik di jalur lambat juga sedang dipersiapkan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas agar angka kecelakaan dapat ditekan.
Sementara itu, warga sekitar berharap langkah penanganan dapat segera direalisasikan mengingat kecelakaan terus berulang di kawasan tersebut. Riyadi, warga sekitar Pasar Mangkang, menyebut dalam dua pekan terakhir telah terjadi tiga insiden yang menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Dua pekan ini sudah ada tiga kejadian di sekitar Pasar Mangkang, dua orang meninggal pekan lalu, dan satu orang tertabrak mobil Selasa (21/7), serta langsung dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Riyadi.
Menurutnya, kondisi Jalan Pantura di sekitar Pasar Mangkang membuat kendaraan sering melaju dengan kecepatan tinggi. Dari arah Kendal, kontur jalan yang menurun membuat kendaraan cenderung sulit mengurangi kecepatan, sedangkan dari arah timur jalannya lurus dan relatif landai sehingga banyak pengemudi tetap memacu kendaraan.
Riyadi berharap pemerintah tidak hanya memasang pita kejut, tetapi juga menambah rambu peringatan hingga membangun JPO agar keselamatan pejalan kaki lebih terjamin. “Kendaraan yang lewat banyak yang ngebut, harus ada rambu agar kendaraan bisa memperlambat lajunya ketika menuju Pasar Mangkang,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Sukini, warga Wonosari yang rutin berbelanja di Pasar Mangkang. Ia mengaku selalu merasa khawatir setiap kali harus menyeberangi Jalan Pantura karena arus kendaraan yang sangat padat, terutama pada pagi dan sore hari.
“Tentu sangat was-was apalagi kalau pagi dan sore kan jalan sangat ramai, minimal ada petugas yang berjaga, jadi penyeberang jalan juga merasa aman,” ujar Sukini.(tya)
