FOLKSTIME.ID – Di antara reruntuhan itu, seorang pedagang bernama Padmi terlihat duduk termenung. Kehidupan yang selama ini dibangun perlahan, telah diluluhlantakkan oleh kobaran api yang datang tanpa peringatan.
Lapak pakaian yang menjadi sumber penghidupan telah habis dilalap api. Empat kios miliknya dilaporkan telah rata dengan tanah. Tidak ada satu pun barang dagangan yang berhasil diselamatkan.
“Empat lapak ludes semua,” ujar Padmi lirih, Kamis (30/4/2026).
Peristiwa kebakaran Pasar Kanjengan Johar Semarang tersebut telah meninggalkan luka mendalam, terutama bagi para pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas harian di pasar tradisional itu.
Kronologi Kebakaran yang Terjadi Begitu Cepat
Kebakaran Pasar Johar Semarang disebut terjadi pada malam hari. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu kios, sebelum akhirnya menjalar dengan cepat ke seluruh area pasar.
Keterangan tersebut disampaikan oleh saksi mata, Nur Fatimah, yang melihat langsung bagaimana api menyebar tanpa bisa dikendalikan.
“Dari sana dulu terus kok enggak tahunya tiba-tiba menjalar langsung ke sini, ke kios sini,” ujar Nur Fatimah.
Api dilaporkan telah membesar dalam waktu singkat. Kondisi ini diperparah oleh struktur pasar yang memungkinkan api menyebar dengan cepat. Upaya pemadaman pun disebut telah dilakukan, namun hasilnya belum maksimal dalam waktu cepat.
Petugas pemadam kebakaran disebut telah tiba sekitar pukul 22.30 malam. Namun, saat itu api telah terlanjur membesar dan menghanguskan banyak kios.
“Pemadam datang jam berapa? Ya sekitar segitu 10.30-an. Tapi cuman beberapa menit langsung habis semua,” katanya.
Pedagang Tak Sempat Menyelamatkan Barang
Sebagian besar pedagang dilaporkan tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka. Hal ini disebabkan oleh cepatnya penyebaran api dan waktu kejadian yang berlangsung saat aktivitas mulai meningkat.
Pasar diketahui mulai ramai sejak pukul 02.00 pagi. Sejumlah pedagang bahkan sudah berada di lokasi saat api mulai membesar.
“Jam 02.00 pagi sudah ramai,” ungkap Fatimah.
Situasi tersebut membuat kepanikan tidak dapat dihindari. Para pedagang hanya bisa menyelamatkan diri tanpa membawa barang dagangan.
Dugaan Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab kebakaran Pasar Kanjengan Johar masih belum dapat dipastikan. Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan korsleting listrik. Namun, ada pula yang menduga kebakaran dipicu oleh tabung gas.
“Katanya ada yang listrik di rumahnya gitu. Tapi ada yang bilang tabung gitu,” kata Fatimah.
Meski demikian, tidak terdengar adanya suara ledakan saat kejadian berlangsung. Api disebut langsung membesar tanpa tanda awal yang jelas.
“Nggak ada ini, sama sekali nggak ada ya,” tambahnya.
Penyebab pasti kebakaran saat ini masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang.
Bantuan untuk Pedagang Disebut Belum Diterima
Di tengah kondisi yang serba sulit, para pedagang terdampak kebakaran Pasar Johar Semarang disebut belum menerima bantuan. Harapan akan adanya perhatian dari pihak terkait masih terus disampaikan.
“Belum. Belum ada bantuan sama sekali,” kata Padmi.
Kondisi ini semakin memperberat beban para pedagang yang kehilangan seluruh sumber penghasilan mereka dalam satu malam.
Pasar yang Sepi Sebelum Kebakaran
Sebelum peristiwa kebakaran terjadi, kondisi Pasar Kanjengan Johar disebut sudah mengalami penurunan aktivitas. Setelah renovasi dilakukan, sebagian pedagang memilih tidak berjualan di dalam pasar karena minimnya pembeli.
“Enggak begitu laku di dalam, nek di luar malah laku,” ujar seorang pedagang.
Kondisi tersebut secara tidak langsung telah melemahkan daya tahan ekonomi pedagang, sehingga ketika kebakaran terjadi, dampaknya menjadi semakin besar.
Kehilangan Besar Pedagang Kecil Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan Johar Semarang telah menjadi pukulan berat bagi pedagang kecil. Kerugian yang dialami tidak hanya berupa materi, tetapi juga hilangnya harapan dan keberlangsungan usaha.
Sebagian pedagang kini hanya bisa menunggu kepastian bantuan dan solusi jangka panjang dari pemerintah. Di sisi lain, kehidupan sehari-hari tetap harus dijalani meski tanpa sumber penghasilan yang jelas.
“Ya otomatis terdampak juga ya walaupun nggak dagang di sini,” katanya.
Harapan di Tengah Puing Kebakaran
Di tengah puing-puing kebakaran, harapan masih terus dicari. Para pedagang berharap agar perhatian pemerintah segera diberikan, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun solusi relokasi tempat usaha.
Peristiwa kebakaran Pasar Johar Semarang ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius, terutama terkait sistem keamanan pasar dan mitigasi kebakaran di masa mendatang.
Jika tidak segera ditangani, dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dikhawatirkan akan semakin meluas. (tya)







