FOLKSTIME.ID – Kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) dimanfaatkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, untuk menghadiri agenda masyarakat di wilayah timur Kota Semarang, Minggu (19/4/2026). Perjalanan sejauh kurang lebih 30 kilometer ditempuh menggunakan sepeda motor dari kediamannya di kawasan BSB Mijen menuju Kelurahan Sembungsari, Kecamatan Genuk.
Kegiatan bertajuk Sunmori Wagub Jateng ini dilakukan sejak pagi hari dengan memanfaatkan cuaca cerah di Kota Semarang. Dalam perjalanan tersebut, agenda kehadiran pada acara halal bihalal warga tetap dijalankan meski jarak yang ditempuh cukup jauh.
Setibanya di lokasi, kehadiran wakil gubernur disambut ratusan jamaah Mushola Al Hikmah yang berasal dari warga RT 03, RT 07, dan RT 11 Kelurahan Sembungsari.
Sunmori Jadi Sarana Tugas dan Silaturahmi
Kehadiran Taj Yasin Maimoen di tengah masyarakat disebut sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan warga. Momentum halal bihalal dinilai menjadi sarana penting dalam mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga tradisi pasca-Idulfitri.
Dalam sambutannya, permohonan maaf lahir dan batin disampaikan kepada masyarakat, baik secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Melalui momen halal bihalal menjadi saat untuk saling memaafkan,” ujar dia.
Disampaikan pula bahwa dalam ajaran Islam, manusia yang beruntung adalah mereka yang lebih banyak mengingat kesalahan diri sendiri dibandingkan orang lain.
Makna Halalbihalal dan Idulfitri
Dalam penjelasannya, istilah minal aaidin wal faaiziin turut diuraikan. Disebutkan bahwa “minal aaidin” dimaknai sebagai golongan yang kembali pada fitrah, sementara “faaiziin” diartikan sebagai golongan yang memperoleh kemenangan.
Makna tersebut, lanjutnya, tidak dapat dilepaskan dari proses panjang selama bulan Ramadan yang telah dijalani umat Muslim.
Ramadan diibaratkan sebagai sebuah madrasah yang memberikan pembelajaran berlapis, mulai dari aktivitas sahur hingga berbuka puasa. Oleh karena itu, momentum halal bihalal juga disebut sebagai sarana refleksi diri atas hasil pembelajaran selama bulan suci.
“Melalui halal bihalal juga menjadi sarana refleksi, apakah kita lulus atau tidak dalam madrasah Ramadan,” imbuhnya.
Apresiasi Warga dan Harapan Takmir
Sementara itu, Ketua Takmir Mushola Al Hikmah, Waluyo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran wakil gubernur dalam kegiatan warga.
Kehadiran tersebut dinilai memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat dalam menjaga kebersamaan dan memakmurkan kegiatan keagamaan di lingkungan setempat.
“Apresiasi diberikan atas kehadiran beliau di tengah kegiatan warga. Harapannya, kepengurusan takmir dapat terus memberikan kemakmuran bagi mushola dan warga sekitar,” ujarnya.
Perjalanan 30 Kilometer Jadi Simbol Kedekatan
Perjalanan sejauh 30 kilometer yang ditempuh dari wilayah barat ke timur Kota Semarang disebut tidak sekadar perjalanan biasa, melainkan simbol komitmen dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
Dengan menggunakan sepeda motor jenis skuter, agenda pemerintahan tetap dapat dijalankan secara fleksibel sekaligus mendekatkan diri dengan warga di tingkat akar rumput.
Kegiatan Sunmori Wagub Jateng ini pun menjadi contoh bahwa pendekatan sederhana dapat dilakukan dalam menjalankan tugas pemerintahan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.(mus)







