FOLKSTIME.ID — Kesiapan pemberangkatan kloter pertama calon jemaah haji asal Jawa Tengah dipastikan telah dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, dini hari, dengan skema layanan yang diperbarui melalui penggunaan dua embarkasi.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menghadiri kegiatan Halal bi Halal lintas angkatan alumni KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Minggu (19/4/2026), di Gedung Grhadika Bakti Praja, Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelancaran pemberangkatan haji 2026, sekaligus mempercepat proses layanan jemaah dari daerah.
Dua Embarkasi Jadi Kunci Kelancaran
Pada musim haji tahun ini, sistem pemberangkatan jemaah haji Jawa Tengah dilakukan melalui dua embarkasi, yakni Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta. Kebijakan tersebut disebut sebagai inovasi untuk mengurai kepadatan serta mempercepat proses keberangkatan dan pemulangan jemaah.
“Diharapkan pembagian embarkasi ini dapat memperlancar seluruh tahapan, baik saat keberangkatan maupun kepulangan,” ujar Taj Yasin.
Penggunaan dua titik embarkasi juga dipandang sebagai langkah adaptif terhadap meningkatnya jumlah jemaah, sekaligus untuk memperkuat manajemen logistik dan pelayanan di lapangan.
Jemaah Diminta Tertib Ikuti Manasik
Selain kesiapan teknis, perhatian juga diarahkan pada kesiapan individu jemaah. Para calon jemaah diimbau agar mengikuti seluruh rangkaian manasik haji sesuai arahan pembimbing dan tidak memisahkan diri dari rombongan selama pelaksanaan ibadah.
Pesan tersebut disampaikan agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku.
“Urutan ibadah harus diikuti sebagaimana yang telah diatur oleh ketua rombongan,” katanya.
Geopolitik Global Dipastikan Tidak Ganggu Haji
Terkait kekhawatiran sejumlah calon jemaah mengenai situasi geopolitik global, khususnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah memastikan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.
Disebutkan, kepastian tersebut telah disampaikan oleh pemerintah pusat melalui otoritas terkait, sehingga jemaah diminta tetap tenang dan fokus pada persiapan ibadah.
“Sampai saat ini pemberangkatan haji Indonesia tidak terganggu oleh kondisi tersebut,” tegasnya.
Satu Kloter Muhammadiyah Berjumlah 360 Orang
Sementara itu, jumlah jemaah dari KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini tercatat sebanyak 354 orang. Dengan tambahan petugas, total menjadi 360 orang dalam satu kloter.
Ketua LPHU Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon, menyebutkan bahwa pihaknya secara rutin memberangkatkan ratusan jemaah setiap tahun sejak lembaga tersebut berdiri pada 1996.
“Rata-rata setiap tahun sekitar 300 jemaah diberangkatkan,” jelasnya.
Apresiasi untuk Fasilitasi Pemerintah
Apresiasi turut disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian terkait yang telah memberikan dukungan dalam bentuk pelayanan, perlindungan, serta bimbingan kepada para jemaah.
Fasilitasi tersebut dinilai berperan penting dalam memastikan kelancaran seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari persiapan hingga keberangkatan.
Melalui momentum Halal bi Halal, diharapkan hubungan antarjemaah semakin erat serta nilai ukhuwah Islamiyah dapat terus terjaga, seiring dengan harapan terwujudnya haji yang mabrur.(mus)







