PADI Jateng 2026 Melejit! Wisata Agro Modern di Soropadan Bidik Masuk Kalender Pariwisata Nasional

FOLKSTIME.ID — Perkembangan PADI Jateng 2026 sebagai event wisata agro dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya jumlah pengunjung dan keterlibatan pelaku sektor pertanian di Agro Center Soropadan, Magelang, yang pada tahun ini kembali menjadi pusat penyelenggaraan Pekan Agro Digital dan Inovasi tersebut.

Peningkatan minat publik terhadap sektor pertanian modern dan inovatif disebut telah mendorong penguatan konsep wisata agro yang tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pengalaman edukasi dan interaksi langsung antara masyarakat dengan teknologi pertanian.

Dorongan untuk menjadikan PADI Jateng 2026 sebagai bagian dari kalender event pariwisata resmi pun mulai disiapkan, seiring dengan capaian jumlah pengunjung yang pada tahun sebelumnya tercatat mencapai ratusan ribu orang dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Event ini harusnya sudah layak untuk kita masukkan dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat pembukaan acara, Kamis (23/4/2026).

Target Nasional dan Penguatan Ekonomi Wisata

Upaya pengembangan PADI tidak hanya difokuskan pada aspek promosi hasil pertanian, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak wisata ekonomi yang mempertemukan sektor produksi dengan industri pengolahan dan pasar.

Konsep wisata agro yang dikembangkan disebut akan diperluas menjadi wisata ekonomi, di mana pengunjung tidak hanya menikmati lanskap alam, tetapi juga mempelajari rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk sektor perkebunan, peternakan, hingga usaha mikro berbasis hasil tani.

“Kita akan dorong bukan hanya wisata agro, tetapi wisata ekonomi. Wisatawan yang datang ke Jawa Tengah ini bukan hanya wisata penikmat alam saja tetapi juga menikmati bagaimana hasil dari pertanian kita, perkebunan kita, peternakan kita, juga menyisir ke tempat-tempat usaha,” lanjutnya.

Dengan capaian jumlah pengunjung yang sebelumnya mencapai 133 ribu orang, PADI dinilai telah memiliki potensi untuk menembus skala nasional sebagai event unggulan berbasis pertanian dan inovasi.

Peran Petani Muda dan Kemandirian Event

Keberhasilan penyelenggaraan PADI juga disebut tidak terlepas dari peran petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirya Bapeltan, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi motor utama penggerak kegiatan tersebut.

Keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian bahkan disebut telah mencapai sekitar 40 persen di sejumlah daerah seperti Demak, yang menunjukkan adanya pergeseran minat generasi produktif terhadap dunia pertanian modern.

“Petani muda ada sekitar 40 persen,” kata Ketua Panitia PADI, Rosyid, saat diminta menjelaskan kondisi regenerasi petani di daerahnya.

Komitmen untuk mendukung PADI masuk dalam kalender pariwisata Jawa Tengah juga ditegaskan oleh panitia, yang menyatakan kesiapan penuh untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.

“Sangat senang dan siap sekali,” ujarnya.

Transaksi Miliaran Rupiah dan Jejaring Luas

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan PADI pada tahun sebelumnya disebut telah mencatat nilai transaksi mencapai Rp5 miliar, dengan harapan capaian tersebut dapat dilampaui pada tahun ini melalui peningkatan partisipasi peserta dan pengunjung.

Kegiatan ini juga disebut telah dijalankan secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah daerah, dengan pembiayaan yang berasal dari jejaring alumni pelatihan pertanian yang tersebar di berbagai wilayah.

“Kegiatan ini nol anggaran dari pemerintah. Murni dari alumni dari Balai Pelatihan Pertanian dikumpulkan di sini,” ungkap Rosyid.

Saat ini, sekitar 100 petani muda tercatat aktif dalam forum tersebut, dengan jaringan yang telah menjangkau 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Inovasi dan Regenerasi Jadi Kunci

PADI 2026 disebut mengusung tema penguatan regenerasi petani unggul dan percepatan swasembada pangan melalui pertanian berkelanjutan, yang diharapkan mampu menjawab tantangan sektor pertanian di masa depan.

Sebanyak 127 stan dilaporkan ikut serta dalam kegiatan ini, yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga sektor swasta dan perusahaan internasional.

“Kegiatan ini merupakan respon atas tantangan pembangunan pertanian saat ini dan ke depan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares.

Beragam agenda seperti pameran teknologi, bursa kerja, talkshow, hingga pagelaran seni budaya turut diselenggarakan untuk memperluas daya tarik event sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pertanian modern.

Regenerasi petani disebut menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional, tidak hanya melalui alih profesi, tetapi juga perubahan pola pikir dalam mengelola pertanian berbasis inovasi dan teknologi.

“Ini adalah bagian investasi jangka panjang mewujudkan inovasi daya saing memantapkan provinsi Jateng sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Sebuah momen mengiris hati terekam saat seorang anak kecil berada di tengah jalan dan tertabrak mobil yang melintas. Meski mengalami benturan, anak tersebut masih terlihat menangis. Hingga kini belum diketahui bagaimana nasib sang anak. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama di area jalan raya, serta kewaspadaan ekstra bagi para pengendara. Selalu utamakan keselamatan. Semoga sang anak segera mendapatkan penanganan terbaik dan pulih sepenuhnya. #KeselamatanJalan #WaspadaBerkendara #PeristiwaHariIni #JagaAnak #BreakingNews

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya