• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Guyur Semarang saat Musim Kemarau, Ternyata Dipicu Gelombang Rossby dan Laut Hangat

setiawan by setiawan
4 Agustus 2026
in Semarang
0
BMKG memastikan hujan yang masih turun di Semarang dan Jawa Tengah saat musim kemarau dipicu gelombang Rossby, suhu laut hangat, dan kelembapan tinggi.
BMKG memastikan hujan yang masih turun di Semarang dan Jawa Tengah saat musim kemarau dipicu gelombang Rossby, suhu laut hangat, dan kelembapan tinggi.

BMKG memastikan hujan yang masih turun di Semarang dan Jawa Tengah saat musim kemarau dipicu gelombang Rossby, suhu laut hangat, dan kelembapan tinggi.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang masih mengguyur Kota Semarang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah dipastikan dipicu oleh dinamika atmosfer, meski secara klimatologis wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya gelombang atmosfer Rossby yang memicu pembentukan awan hujan, sementara musim kemarau di Jawa Tengah dipastikan tetap berlangsung berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Fenomena hujan saat musim kemarau itu juga diperkuat oleh suhu permukaan laut di sepanjang pesisir Jawa Tengah yang masih tergolong hangat. Kondisi tersebut menyebabkan proses penguapan meningkat sehingga pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah terjadi di berbagai wilayah. Kelembapan udara yang masih tinggi turut memperbesar peluang terjadinya hujan lokal dalam beberapa hari terakhir.

BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah dalam satu hingga dua hari ke depan. Hujan lokal tersebut berpeluang disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengatakan hujan yang masih terjadi bukan menjadi tanda musim hujan kembali datang, melainkan dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih aktif. “Hangatnya suhu permukaan air laut di pesisir Jawa Tengah menambah potensi penguapan yang berkontribusi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Riset UNDIP Sulap Kulit Pisang dan Tongkol Jagung Jadi Bahan Es Krim, Buka Peluang Industri Hijau Baru di Jawa Tengah

Menurut Ferry, pembentukan hujan tidak hanya dipengaruhi suhu muka laut yang hangat, tetapi juga masih didukung oleh keberadaan gelombang atmosfer Rossby yang melintasi Pulau Jawa. Kombinasi kedua faktor tersebut disebut masih mampu memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah meskipun Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau.

“Selain dipengaruhi suhu muka laut, pembentukan hujan juga masih didukung oleh keberadaan gelombang atmosfer Rossby yang melintasi Pulau Jawa. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah,” kata Ferry.

Ia menjelaskan kelembapan udara yang masih tinggi menjadi faktor pendukung lainnya sehingga peluang hujan lokal tetap terbuka. Kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika atmosfer yang masih berkembang di wilayah Jawa Tengah.

“Kelembapan udara yang masih tinggi juga menjadi faktor pendukung sehingga hujan masih dapat terjadi meskipun secara klimatologis Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau,” katanya.

Musim kemarau di Jawa Tengah, lanjut Ferry, dipastikan tetap berlangsung dan masyarakat diminta mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi sepanjang Agustus. Hujan yang masih turun dalam beberapa hari terakhir tidak dapat dijadikan indikator bahwa musim hujan kembali berlangsung.

“Saat ini wilayah Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau dan kami meminta masyarakat bersiap menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus,” ujarnya.

“Hujan yang masih terjadi tidak menandakan musim hujan kembali datang, melainkan merupakan fenomena atmosfer yang bersifat sementara,” lanjut Ferry.

Dalam prakiraan cuaca satu hingga dua hari mendatang, BMKG masih melihat peluang hujan lokal terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Potensi hujan tersebut diperkirakan dapat disertai petir dan angin kencang sehingga masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas.

“Pesan untuk masyarakat tetap waspada terhadap hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari untuk satu sampai dua hari ke depan,” tutur Ferry.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta mulai menghemat penggunaan air karena intensitas hujan diperkirakan akan semakin berkurang seiring mendekatnya puncak musim kemarau. Risiko kebakaran lahan maupun permukiman juga diperkirakan meningkat ketika kondisi cuaca menjadi lebih kering.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman, terutama saat cuaca semakin kering pada Agustus,” pungkas Ferry.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME – Presiden Prabowo Subianto menyebut masih ada kelompok yang berperan sebagai “londo ireng” modern, yakni istilah yang pada masa kolonial merujuk pada pribumi yang bekerja untuk kepentingan penjajah Belanda. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kelompok tersebut kini mengenakan “pakaian baru” sebagai wartawan, jurnalis, pengamat, ekonom, hingga LSM yang dinilainya lebih mengabdi pada kepentingan asing daripada kepentingan nasional. Ia juga mempertanyakan sumber pendanaan mereka, termasuk pihak yang membayar gaji, listrik, hingga telepon seluler. Prabowo turut menyinggung media yang menurutnya lebih sering mengangkat pemberitaan negatif, seperti menyoroti satu sekolah rusak, meski pemerintah mengklaim telah memperbaiki puluhan ribu sekolah lainnya. Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tidak antikritik dan tetap menghormati demokrasi. Pernyataan tersebut memicu beragam respons. Politikus PDIP Guntur Romli menilai penggunaan istilah tersebut berpotensi mengganggu iklim demokrasi karena kritik publik dapat dipersepsikan sebagai bentuk pengkhianatan. Sementara itu, Amnesty International mengingatkan narasi “antek asing” berisiko menjadi bentuk pembungkaman terhadap kritik yang disampaikan masyarakat sipil. Sumber Video : Youtube PKB #folkstime #prabowo #presiden #jurnalis #viral

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: angin kencangBMKGCUACAcuaca ekstremFerry Oktarisagelombang RossbyhujanJawa Tengahmusim kemaraupetirprakiraan cuacasemarang
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya