BMKG memastikan hujan yang masih turun di Semarang dan Jawa Tengah saat musim kemarau dipicu gelombang Rossby, suhu laut hangat, dan kelembapan tinggi.

BMKG memastikan hujan yang masih turun di Semarang dan Jawa Tengah saat musim kemarau dipicu gelombang Rossby, suhu laut hangat, dan kelembapan tinggi.

FOLKSTIME.ID – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang masih mengguyur Kota Semarang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah dipastikan dipicu oleh dinamika atmosfer, meski secara klimatologis wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya gelombang atmosfer Rossby yang memicu pembentukan awan hujan, sementara musim kemarau di Jawa Tengah dipastikan tetap berlangsung berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Fenomena hujan saat musim kemarau itu juga diperkuat oleh suhu permukaan laut di sepanjang pesisir Jawa Tengah yang masih tergolong hangat. Kondisi tersebut menyebabkan proses penguapan meningkat sehingga pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah terjadi di berbagai wilayah. Kelembapan udara yang masih tinggi turut memperbesar peluang terjadinya hujan lokal dalam beberapa hari terakhir.

BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah dalam satu hingga dua hari ke depan. Hujan lokal tersebut berpeluang disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengatakan hujan yang masih terjadi bukan menjadi tanda musim hujan kembali datang, melainkan dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih aktif. “Hangatnya suhu permukaan air laut di pesisir Jawa Tengah menambah potensi penguapan yang berkontribusi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Menurut Ferry, pembentukan hujan tidak hanya dipengaruhi suhu muka laut yang hangat, tetapi juga masih didukung oleh keberadaan gelombang atmosfer Rossby yang melintasi Pulau Jawa. Kombinasi kedua faktor tersebut disebut masih mampu memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah meskipun Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau.

“Selain dipengaruhi suhu muka laut, pembentukan hujan juga masih didukung oleh keberadaan gelombang atmosfer Rossby yang melintasi Pulau Jawa. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah,” kata Ferry.

Ia menjelaskan kelembapan udara yang masih tinggi menjadi faktor pendukung lainnya sehingga peluang hujan lokal tetap terbuka. Kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika atmosfer yang masih berkembang di wilayah Jawa Tengah.

“Kelembapan udara yang masih tinggi juga menjadi faktor pendukung sehingga hujan masih dapat terjadi meskipun secara klimatologis Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau,” katanya.

Musim kemarau di Jawa Tengah, lanjut Ferry, dipastikan tetap berlangsung dan masyarakat diminta mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi sepanjang Agustus. Hujan yang masih turun dalam beberapa hari terakhir tidak dapat dijadikan indikator bahwa musim hujan kembali berlangsung.

“Saat ini wilayah Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau dan kami meminta masyarakat bersiap menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus,” ujarnya.

“Hujan yang masih terjadi tidak menandakan musim hujan kembali datang, melainkan merupakan fenomena atmosfer yang bersifat sementara,” lanjut Ferry.

Dalam prakiraan cuaca satu hingga dua hari mendatang, BMKG masih melihat peluang hujan lokal terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Potensi hujan tersebut diperkirakan dapat disertai petir dan angin kencang sehingga masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas.

“Pesan untuk masyarakat tetap waspada terhadap hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari untuk satu sampai dua hari ke depan,” tutur Ferry.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta mulai menghemat penggunaan air karena intensitas hujan diperkirakan akan semakin berkurang seiring mendekatnya puncak musim kemarau. Risiko kebakaran lahan maupun permukiman juga diperkirakan meningkat ketika kondisi cuaca menjadi lebih kering.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman, terutama saat cuaca semakin kering pada Agustus,” pungkas Ferry.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME – Presiden Prabowo Subianto menyebut masih ada kelompok yang berperan sebagai “londo ireng” modern, yakni istilah yang pada masa kolonial merujuk pada pribumi yang bekerja untuk kepentingan penjajah Belanda. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kelompok tersebut kini mengenakan “pakaian baru” sebagai wartawan, jurnalis, pengamat, ekonom, hingga LSM yang dinilainya lebih mengabdi pada kepentingan asing daripada kepentingan nasional. Ia juga mempertanyakan sumber pendanaan mereka, termasuk pihak yang membayar gaji, listrik, hingga telepon seluler. Prabowo turut menyinggung media yang menurutnya lebih sering mengangkat pemberitaan negatif, seperti menyoroti satu sekolah rusak, meski pemerintah mengklaim telah memperbaiki puluhan ribu sekolah lainnya. Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tidak antikritik dan tetap menghormati demokrasi. Pernyataan tersebut memicu beragam respons. Politikus PDIP Guntur Romli menilai penggunaan istilah tersebut berpotensi mengganggu iklim demokrasi karena kritik publik dapat dipersepsikan sebagai bentuk pengkhianatan. Sementara itu, Amnesty International mengingatkan narasi “antek asing” berisiko menjadi bentuk pembungkaman terhadap kritik yang disampaikan masyarakat sipil. Sumber Video : Youtube PKB #folkstime #prabowo #presiden #jurnalis #viral

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *