• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Hampir 2,5 Juta Warga Solo Raya Bergantung pada Mobilitas, Trans Jateng-Batara Kresna Diminta Terintegrasi

setiawan by setiawan
11 September 2026
in Travel
0
Integrasi Trans Jateng dan KA Batara Kresna dinilai dapat menekan biaya mobilitas pekerja serta menjaga daya beli masyarakat di Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Integrasi Trans Jateng dan KA Batara Kresna dinilai dapat menekan biaya mobilitas pekerja serta menjaga daya beli masyarakat di Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Integrasi Trans Jateng dan KA Batara Kresna dinilai dapat menekan biaya mobilitas pekerja serta menjaga daya beli masyarakat di Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri.

0
SHARES
10
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Transportasi publik di kawasan selatan aglomerasi Subosukawonosraten dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli masyarakat. Biaya perjalanan yang terjangkau dapat membantu pekerja berpenghasilan setara upah minimum mengurangi pengeluaran rutin untuk mobilitas.

Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah, Anastasia Yulianti, mengatakan kebutuhan tersebut semakin penting karena Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri telah menjadi kawasan ekonomi yang saling terhubung.

Berdasarkan data BPS 2025 yang disampaikan Anastasia, Kota Surakarta memiliki sekitar 528 ribu penduduk, Kabupaten Sukoharjo sekitar 915 ribu jiwa, dan Kabupaten Wonogiri sekitar 1,05 juta jiwa.

Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 2,5 juta jiwa, mobilitas masyarakat di tiga wilayah tersebut berlangsung setiap hari untuk berbagai kepentingan, mulai bekerja, sekolah, berdagang hingga mengakses layanan publik.

“Artinya, ada hampir 2,5 juta penduduk yang aktivitas ekonominya saling berkaitan di kawasan selatan Solo Raya. Mobilitas mereka sangat beragam, mulai dari buruh pabrik, ASN, pedagang, mahasiswa hingga pekerja sektor formal dan informal,” kata Anastasia.

16 Kafilah Semarang Perkuat Jawa Tengah di MTQ Nasional 2026, Dua Peserta Tuna Rungu Wicara Siap Tampil

Transportasi Murah Bisa Kurangi Beban Pengeluaran Pekerja

Anastasia mengatakan biaya perjalanan menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Jika seluruh perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, pengeluaran tidak hanya berasal dari bahan bakar, tetapi juga parkir dan perawatan kendaraan.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi ruang pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lain, seperti pangan, pendidikan, kesehatan maupun belanja rumah tangga.

Karena itu, keberadaan transportasi umum dengan tarif terjangkau dinilai memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar menyediakan sarana perjalanan.

Trans Jateng Koridor Solo–Wonogiri dan KA Perintis Batara Kresna menjadi dua layanan yang dinilai memiliki peran dalam menekan biaya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Hampir 1,9 Juta Perjalanan Dilayani dalam Setahun

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum tercermin dari jumlah pengguna kedua moda tersebut sepanjang 2025.

Trans Jateng Koridor Solo–Wonogiri tercatat mengangkut sekitar 1,54 juta penumpang dengan capaian load factor 110 persen. Sementara KA Perintis Batara Kresna melayani sekitar 353 ribu penumpang.

Jika digabungkan, kedua layanan tersebut mencatat hampir 1,9 juta perjalanan penumpang selama satu tahun.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memang membutuhkan transportasi umum massal yang terjangkau dan dapat diandalkan. Jadi, jangan melihat kedua moda ini hanya dari sisi jumlah penumpangnya, tetapi juga dari manfaat ekonominya bagi masyarakat,” ujar Anastasia.

Tarif juga menjadi salah satu faktor yang membuat transportasi publik dapat menjadi alternatif bagi masyarakat. Trans Jateng menetapkan tarif Rp5.000 bagi penumpang umum dan Rp1.000 bagi kelompok tertentu seperti buruh dan pelajar. Sementara tarif perintis KA Batara Kresna sebesar Rp4.000 per perjalanan.

Trans Jateng dan Batara Kresna Dinilai Tak Perlu Bersaing

Anastasia menilai Trans Jateng dan KA Batara Kresna memiliki karakter layanan yang berbeda sehingga keduanya lebih tepat dikembangkan sebagai moda yang saling melengkapi.

Trans Jateng memiliki keunggulan karena melayani banyak titik pemberhentian di sepanjang koridor jalan raya. Karakter tersebut membuatnya sesuai untuk perjalanan harian pekerja, pelajar, mahasiswa, ASN serta masyarakat yang melakukan aktivitas rutin.

Sementara Batara Kresna memiliki keunggulan perjalanan berbasis rel yang tidak bergantung pada kondisi kepadatan lalu lintas jalan raya. Kereta tersebut dapat menjadi pilihan perjalanan langsung antara Solo dan Wonogiri.

“Kalau dikelola secara terpadu, Trans Jateng dan Batara Kresna bukan saling mematikan. Justru bisa saling mengisi karena karakter pelayanannya berbeda,” jelasnya.

Stasiun dan Pasar Bisa Jadi Simpul Integrasi

Potensi integrasi kedua moda tersebut dapat dikembangkan di sejumlah titik yang menjadi pertemuan jalur bus dan kereta.

Anastasia menyebut Stasiun Wonogiri, Stasiun Sukoharjo dan kawasan Pasar Nguter sebagai beberapa lokasi yang dapat diperkuat sebagai simpul perpindahan moda.

Di Stasiun Wonogiri, misalnya, koneksi antara layanan Trans Jateng dengan stasiun dapat mempermudah penumpang kereta melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di sekitar Wonogiri.

Stasiun Sukoharjo juga berpotensi dikembangkan sebagai titik perpindahan penumpang, sedangkan kawasan Pasar Nguter dinilai strategis karena berada di sekitar aktivitas perdagangan dan kawasan industri.

“Yang perlu dipikirkan bukan hanya bagaimana menyediakan bus dan kereta, tetapi bagaimana penumpang bisa berpindah moda dengan mudah, aman, nyaman dan tidak harus menunggu terlalu lama,” katanya.

Sinkronisasi Jadwal Jadi Kunci

Selain infrastruktur, integrasi jadwal dinilai menjadi faktor penting. Kedatangan dan keberangkatan Trans Jateng dapat diselaraskan dengan jadwal KA Batara Kresna sehingga waktu tunggu penumpang dapat ditekan.

Konsep timed transfer atau perpindahan moda terjadwal dapat diterapkan pada sejumlah simpul utama.

“Kalau kereta tiba, bus sudah siap. Begitu juga sebaliknya. Sederhana, tetapi dampaknya besar terhadap pengalaman masyarakat menggunakan transportasi publik,” tutur Anastasia.

Menurut dia, konektivitas tersebut juga dapat memperluas jangkauan transportasi publik menuju wilayah yang tidak dilalui jalur kereta.

Pada akhir pekan, misalnya, penumpang dapat menggunakan Batara Kresna menuju Wonogiri, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Jateng menuju kawasan lain yang tidak terjangkau jaringan rel.

Efeknya Bisa Meluas ke Ekonomi Lokal

Anastasia menilai pengurangan biaya mobilitas dapat memberikan dampak lanjutan terhadap ekonomi keluarga dan kawasan.

Ketika pengeluaran untuk perjalanan dapat ditekan, sebagian pendapatan masyarakat dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Dalam jangka lebih luas, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas konsumsi di pasar lokal dan pusat perdagangan.

Penggunaan transportasi publik juga berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi di jalur Solo–Sukoharjo–Wonogiri.

Hal tersebut menjadi penting karena koridor tersebut menjadi jalur pertemuan kendaraan pribadi, kendaraan industri hingga angkutan umum.

“Transportasi publik pada akhirnya bukan hanya persoalan memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Ada aspek ekonomi, keselamatan, pemerataan akses dan kualitas hidup masyarakat di dalamnya,” kata Anastasia.

Konektivitas Solo Raya Didorong Semakin Terintegrasi

Anastasia berharap pemerintah provinsi dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas wilayah dan lintas moda.

Menurutnya, konektivitas transportasi yang baik dapat memperkuat hubungan antara kawasan permukiman, pusat pendidikan, kawasan industri, perdagangan hingga destinasi wisata di Surakarta, Sukoharjo dan Wonogiri.

“Kalau transportasi publiknya terintegrasi, masyarakat tidak harus tinggal dekat dengan tempat kerja atau pusat aktivitas. Mereka bisa tetap tinggal di daerah asal dengan biaya mobilitas yang terjangkau. Ini yang kemudian bisa menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata,” pungkasnya.

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, remaja asal Kabupaten Semarang, selama lebih dari setahun akhirnya terungkap. Mozza dipastikan menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia. Polisi telah menetapkan seorang pria berinisial MVD sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kasatres PPA PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan orang tua Mozza setelah korban dinyatakan hilang. Penyelidikan kemudian dilakukan hingga polisi menemukan petunjuk yang mengarah kepada pria yang diketahui terakhir bersama korban. Pria tersebut akhirnya diamankan di wilayah Blora. “Orang yang terakhir bersama dengan korban yang saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka ditemukan di wilayah Blora,” ujar Ni Made, Sabtu (5/9/2026). Dari pemeriksaan, tersangka mengakui pernah bersama korban. Polisi kemudian mengungkap bahwa Mozza mengalami kekerasan hingga kehilangan nyawa. Jenazah korban selanjutnya dibuang di kawasan Jangli, Kota Semarang. Polres Semarang kemudian berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang untuk melakukan pencarian di lokasi yang disebut tersangka sebagai tempat pembuangan jenazah. Hasil penyisiran menemukan sebuah karung berisi kerangka manusia. Kerangka tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan forensik. Setelah dilakukan identifikasi dengan melibatkan keluarga, termasuk mencocokkan barang yang melekat, ciri fisik dan perkiraan usia, kerangka tersebut dipastikan merupakan Mozza. Berawal dari TikTok Polisi mengungkap, tersangka dan korban pertama kali berkenalan melalui TikTok pada Mei 2025. Keduanya kemudian melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp. Pada 25 Juni 2025, Mozza datang ke kos tersangka di wilayah Kota Semarang setelah sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 09.00 WIB. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, keduanya terlibat cekcok. Pertengkaran tersebut diduga dipicu rasa cemburu setelah tersangka mengetahui korban berkomunikasi dengan pria lain. “Kemudian tersangka melakukan kekerasan hingga korban hilang kesadaran dan lemas,” ungkap Ni Made. Melihat korban sudah tidak sadarkan diri, tersangka disebut panik. Namun, ia kemudian keluar dari kos untuk membeli makanan dan tali rafia. Tersangka juga disebut menyiapkan lokasi untuk membuang jenazah di kawasan Jangli. Setelah kembali ke kos, korban kemudian diikat. Jenazah dibungkus menggunakan kain, dimasukkan ke dalam kardus, lalu dimasukkan lagi ke dalam karung. Sekitar pukul 18.30 WIB, jenazah dibawa menggunakan sepeda motor milik korban menuju kawasan Jangli. Di lokasi tersebut, tersangka membuang jenazah korban. Barang Korban Ikut Dihilangkan Usai membuang jenazah, tersangka diduga berusaha menghilangkan sejumlah barang milik korban yang dapat menjadi barang bukti. Sepeda motor korban dengan nomor polisi H 5344 ALC dijual kepada seseorang yang kini telah diperiksa polisi. Helm korban juga dijual. Sementara handphone korban dibuang di wilayah Semarang Utara dan KTP korban dibuang di kawasan Jalan Dr Cipto. “Semua tindakan itu adalah untuk menghilangkan barang bukti,” tegas Ni Made. Meski tersangka mengaku melakukan pembunuhan seorang diri, polisi masih mendalami kasus tersebut. Penyidik akan memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di kos yang menjadi lokasi kejadian untuk memperkuat konstruksi perkara. Atas kasus ini, tersangka dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 458 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. #folkstime #semarang #mozza #jateng #viral

♬ Ascend Drawn – Bass Buddy Midnight Tambourine
Tags: Batara Kresnadaya beliekonomi masyarakatJawa TengahSolo RayaSukoharjoSurakartaTrans Jatengtransportasi murahtransportasi publiktransportasi umumWonogiri
setiawan

setiawan

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya