• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Agustina Tinjau Korban Kebakaran Jagalan Semarang, Apresiasi Warga yang Guyub Cegah Api Meluas

setiawan by setiawan
13 Juni 2026
in Semarang
0
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau korban kebakaran di Jagalan, Semarang Tengah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau korban kebakaran di Jagalan, Semarang Tengah.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau korban kebakaran di Jagalan, Semarang Tengah.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Di tengah puing-puing bangunan yang hangus dilalap api, semangat gotong royong masih terlihat kuat di kawasan Jalan Grajen Karang Loo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah. Musibah kebakaran yang menimpa sebuah rumah tinggal beberapa waktu lalu tidak hanya menyisakan duka bagi para korban, tetapi juga menghadirkan kisah tentang solidaritas warga yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan.

Kondisi tersebut secara langsung ditinjau oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Jumat (12/6). Kehadiran orang nomor satu di Kota Semarang itu dilakukan untuk memastikan penanganan korban kebakaran Jagalan berjalan dengan baik sekaligus melihat secara langsung perkembangan pemulihan pascabencana yang sedang dilakukan.

Dalam kunjungannya, bantuan stimulan diserahkan kepada keluarga terdampak. Namun lebih dari itu, dukungan moril disebut menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Saat ada warga yang tertimpa musibah, kita hadir untuk memberikan dukungan. Namun yang tidak kalah penting, kehadiran ini sebenarnya lebih pada memberikan dukungan moril kepada mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Agustina.

Hotel Ciputra Semarang Gelar General Staff Meeting 2026 Bertema “The New Era Begins”Untuk Disiarkan Segera

Kebakaran Jagalan Semarang Menjadi Ujian Bagi Warga Permukiman Padat

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (4/6) tersebut diketahui dipicu oleh korsleting listrik. Rumah yang terbakar dihuni oleh tiga kepala keluarga, termasuk keluarga Memet yang menjadi salah satu korban terdampak.

Di kawasan permukiman padat seperti Jagalan, ancaman kebakaran memang selalu menjadi perhatian. Jarak antarrumah yang berdekatan menyebabkan api berpotensi dengan cepat merambat apabila tidak segera dikendalikan.

Beruntung, kobaran api berhasil dilokalisir sebelum menjalar lebih luas. Upaya tersebut dilakukan secara spontan oleh warga sekitar yang berupaya memadamkan api sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Akibat musibah tersebut, aktivitas keluarga korban sempat terganggu. Sejumlah kebutuhan dasar harus dipenuhi kembali, sementara proses pembangunan rumah yang terdampak mulai direncanakan secara bertahap.


Dukungan Pemkot Semarang Diberikan Sejak Awal Penanganan

Sejak kebakaran terjadi, langkah-langkah penanganan disebut telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Semarang. Pendampingan kepada korban diberikan melalui koordinasi berbagai unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Kehadiran pemerintah di lokasi bencana dinilai penting untuk memastikan kebutuhan warga dapat segera dipenuhi. Tidak hanya bantuan material yang disalurkan, tetapi juga pendampingan administrasi dan koordinasi pembangunan kembali rumah yang rusak.

Menurut Agustina, pemerintah harus hadir ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi sulit. Oleh karena itu, berbagai upaya pemulihan terus dikawal agar para korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Bagi keluarga terdampak, perhatian yang diberikan oleh pemerintah menjadi penyemangat tersendiri di tengah proses pemulihan yang tidak mudah.


Keluarga Korban Rasakan Kepedulian Pemerintah Kota Semarang

Rasa syukur disampaikan oleh Wawan yang mewakili keluarga korban kebakaran. Ia mengaku berbagai bantuan telah diterima dan komunikasi dengan pemerintah berjalan dengan baik sejak awal kejadian.

Menurutnya, dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga melalui fasilitasi berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pembangunan kembali rumah yang terdampak.

“Pemerintah Kota Semarang sangat membantu sekali untuk bantuannya di segala lingkungan. Dari ASN kelurahan, kecamatan, sampai anggota DPRD juga sangat membantu untuk kelanjutan pembangunan di rumah saya yang terdampak musibah kebakaran,” kata Wawan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak dilakukan oleh satu pihak saja. Berbagai elemen pemerintahan disebut ikut terlibat dalam membantu keluarga korban agar dapat segera bangkit.


Keguyuban Warga Jagalan Mendapat Apresiasi Khusus

Di balik musibah kebakaran Jagalan, terdapat cerita lain yang mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Semarang. Cerita itu datang dari sikap guyub rukun warga yang dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak bencana.

Saat api mulai membesar, warga sekitar disebut langsung bergerak membantu. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar ke rumah-rumah lain yang berada di sekitarnya.

Tidak hanya membantu saat kejadian berlangsung, dukungan juga terus diberikan kepada keluarga korban setelah kebakaran berhasil dipadamkan. Bantuan kebutuhan sehari-hari hingga dukungan moral disebut mengalir dari lingkungan sekitar.

Fenomena tersebut dinilai menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat perkotaan.

“Tentu ucapan terima kasih saya kepada warga sekitar yang guyup rukun. Mereka tidak hanya mengantisipasi bencana lebih meluas, tetapi juga menjaga para korban bencana ini tetap dapat menjalankan kehidupan sehari-harinya. Saya kira guyub rukun masyarakat Kota Semarang ini yang harus terus kita jaga,” ungkap Agustina.


Gotong Royong Menjadi Modal Sosial Pemulihan Pascabencana

Dalam berbagai peristiwa kebencanaan, proses pemulihan sering kali tidak hanya ditentukan oleh bantuan pemerintah. Modal sosial berupa solidaritas masyarakat terbukti memiliki peran yang sangat besar dalam membantu korban menghadapi masa-masa sulit.

Hal itulah yang terlihat dalam penanganan korban kebakaran di Jagalan Semarang. Keguyuban warga tidak hanya ditunjukkan saat api berkobar, tetapi juga ketika para korban mulai menata kembali kehidupannya.

Bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat menjadi kombinasi penting dalam mempercepat proses pemulihan. Dukungan psikologis, perhatian lingkungan, hingga semangat kebersamaan telah menciptakan optimisme baru bagi keluarga terdampak.

Di tengah derasnya arus kehidupan perkotaan, kisah dari Jagalan ini menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di Kota Semarang. Musibah memang telah datang dan meninggalkan kerusakan, namun harapan juga telah dihadirkan melalui tangan-tangan warga yang saling membantu.

Kebakaran Jagalan Semarang akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang bencana, tetapi juga menghadirkan kisah kemanusiaan mengenai kepedulian, solidaritas, dan semangat bangkit bersama yang terus dijaga oleh masyarakat Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Rukun Tetangga (RT) sebesar Rp25 juta per tahun 2026 akan segera cair. Agustina menjanjikan dana BOP akan mulai dicairkan pada akhir Juni 2026. Nantinya pencairan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengajuan yang dilakukan masing-masing RT. “Sebentar lagi ini proses pencairan. Harusnya akhir Juni bisa selesai. Karena pencairan tidak bisa bareng, karena setelah pengajuan akan langsung cair tapi harus mengajukan di bulan ini,” jelas Agustina, Selasa (9/6). Ia mengatakan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait BOP sudah lama selesai dan saat ini memang sedang dikonsultasikan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dalam pelaporan pertanggungjawaban tidak ada kesalahan. “Perwal sudah turun, dan hanya tata cara yang diubah untuk proses pengajuan dan laporan pertanggungjawaban,” tuturnya. Agustina menjelaskan untuk pencairan dana BOP tahun ini dinilai lebih fleksibel dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, memang dalam penggunaan dana BOP harus sesuai dengan tema tahunan, dan untuk tahun ini adalah tentang ketahanan pangan dan lingkungan hidup. “Jadi lebih luas, bisa untuk kegiatan di lingkungan RT seperti kegiatan sosial budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Pengadaan juga boleh, dan tahun ini tema nya ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Misalnya, nanti 17-an ada lomba memilah sampah organik jadi kan sesuai tema. Yang terpenting semua dilakukan melalui rembug warga,” lanjut Agustina. Dirinya menekankan kepada masyarakat penerima BOP, bahwa anggaran yang digunakan untuk kegiatan di tingkat RT harus sesuai dengan ketentuan dari pemerintah. Ia mengatakan pada dana BOP tahun ini, sistem pelaporan yang sempat menjadi kendala di tahun 2025 telah disederhanakan. Harapannya masyarakat bisa menjalankan pelaporan pertanggungjawaban tersebut dengan baik dan mudah. “Kendala di masyarakat memang pelaporan pertanggungjawaban dan tahun ini sudah kita sederhanakan dan yang paling penting harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. #agustina #semarang #jateng #semaranghits

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: Agustina WilujengKebakaran JagalanKorban KebakaranPemkot SemarangSemarang Tengah
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya